TribunManado/

Pilkada Kotamobagu Sebenarnya Persaingan Tatong dan Sehan Landjar untuk Gubernur BMR

Pada pilkada 2016 itu Sehan yang menjagokan petahana Salihi Mokodongan kalah dari Tatong yang menjagokan Yasti Soepredjo-Mokoagow.

Pilkada Kotamobagu Sebenarnya Persaingan Tatong dan Sehan Landjar untuk Gubernur BMR
istimewa
Tiga kepala daerah, Bupati Bolmong Yasti S Mokoagow, Bupati Mitra James Sumendap, dan Bupati Boltim Sehan Landjar berjalan beriringan di sebuah mal di Jakarta. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tak diakomodasinya Tatong Bara menjadi calon Wali Kota Kotamobagu oleh Partai Amanat Nasional (PAN), menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi Manado, Ferry Liando, adalah kelanjutan persaingan antara Tatong dan Sehan Landjar, Bupati Bolaang Mongondow Timur.

Kemungkinan Sehan Landjar selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulut mendapat masukan dari orang-orang dekatnya yang khawatir jangan sampai Sehan tersaingi.

Sebab, dua figur potensial yang menonjol di Bolaang Mongondow raya, adalah Sehan dan Tatong.

Ke depan jika Bolaang Mongondow menjadi provinsi sendiri, maka siapa yang menjadi gubernur kemungikan besar berada di sekitar kedua figur tersebut.

"Jadi, cara mematahkan langkah Tatong, adalah dengan menghambatnya di pemilihan Wali Kota Kotamobagu," kata Liando kepada Tribun Manado, Senin (04/09/2018).

Kabar bahwa PAN tidak lagi mencalonkan Tatong diungkapkan Johnstrauss Manossoh, Sekretaris Tim Penjaringan Bakal Calon DPD PAN Kotamobagu.

Selain menetapkan Jainuddin Damopolii sebagai bakal calon wali kota, PAN juga memutuskan Nasrun Koto, Wakil Ketua I DPD II Golkar Kotamobagu, dan Aditya Anugerah Moha (ADM), Anggota DPR RI, sebagai calon wakil wali kota.

Hanya saja, menurut Liando, dasar penetapan calon oleh PAN Sulut belum tentu jadi pegangan.

Sebab dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016, penetapan calon dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), bukan di daerah.

Penyebab lainnya sehingga Tatong tak diakomodasi, mungkin karena perseturuan politik antara Tatong dengan Sehan masih membekas pada saat pemilihan kepala daerah di Kabupaten Bolaang Mongondow.

"Keduanya punya sikap yang berbeda dan punya pilihan masing-masing.

Pada pilkada 2016 itu Sehan yang menjagokan petahana Salihi Mokodongan kalah dari Tatong yang menjagokan Yasti Soepredjo-Mokoagow.

Saat itu Tatong dan Yasti mendapat sokongan penuh Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan.(war)

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help