TribunManado/

Pemkot Manado Lakukan Cara Ini Agar Anak Tetap Bersekolah

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado belum menerima laporan adanya siswa putus sekolah sejak tahun lalu.

Pemkot Manado Lakukan Cara Ini Agar Anak Tetap Bersekolah
ISTIMEWA/HANNY WONG KANDOU
Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Mor Bastian 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-DINAS Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado belum menerima laporan adanya siswa putus sekolah sejak tahun lalu. Ini mengartikan selama ini seluruh siswa baik di tingkat Sekolah Dasar  maupun Sekolah Menengah Pertama mampu menyelesaikan sekolah hingga selesai.

`'Belum ada laporan anak putus sekolah yang kami terima sejak tahun lalu hingga kini. Semua siswa dari SD hingga SMP di Manado menyelaikan sekolah hingga tuntas ,'' kata Sophia Caroline Kere, Kasubag Perencanaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Senin (4/9).

Angka partisipasi murni pendidikan di Kota Manado menurut  Sophia mencapai 62.510 pada tahun 2016 untuk usia 7 hingga 12 tahun dan 13 hingga 15 tahun. `'Untuk tahun ini masih sementara dihitung, tapi tahun lalu angkanya mencapai 62.510. Itu menunjukkan tak ada anak yang gagal, ''ujarnya.

Anak yang putus sekolah kata Sophia mudah diketahui. Misalnya, saat mengikuti ujian nasional atau proses kenaikan kelas.`'Di Manado jika ada indikasi anak berpotensi putus sekolah, maka dinas menginstruksikan kepada sekolah untuk mencari, sehingga anak itu bisa bersekolah lagi hingga selesai,'' katanya.

Pada tahun 2018, pemerintah kota kata Sophia, berencana  memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi kurang mampu dengan jumlah mencapai 1.000 orang. `'Beasiswa bagi siswa berprestasi yang kurang mampu merupakan program Pak Wali Kota. Rencananya tahun depan akan diadakan untuk 1.000 siswa. Ini menjadi satu upaya untuk mendorong anak‑anak agar giat belajar di sekolah, sebab semua fasilitas telah disiapkan oleh pemerintah kota,'' ujarnya.

Magdalena Lumi, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado mengatakan, di tingkat SD jarang ada siswa yang putus sekolah. Karena perhatian bagi siswa dari orang tua sangat besar. `'Anak‑anak SD tidak ada yang putus sekolah. Ini karena mereka mendapat perhatian penuh dari orang tua, misalnya untuk kesekolah saja masih di antar oleh orang tua,'' tegasnya.

Hingga kini Magdalena mengaku belum menerima laporan anak putus sekolah. `'Tahun lalu semua siswa SD yang berjumlah 7.004 siswa menuntaskan program belajarnya, '' ujarnya,

Keberadaan pendidikan di Kota Tomohon juga patut diacungi jempol. Hal ini dibuktikan dengan hampir tak adanya anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan di kota bunga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DR Juliana Karwur melalui Kasubag Perencanaan dan Kepegawaian Anderson Padita. "Selain itu kebijakan pemerintah untuk memberi porsi utama dalam bidang pendidikan membuat guru,kepala sekolah dan orang tua/masyarakat bersinergi untuk menjadikan pendidikan yang unggul dan berkualitas di kota Tomohon," kata Anderson saat ditemui di ruang kerjanya. Senin (4/9/2017).

Dia menjelaskan, data putus sekolah di Kota Tomohon pada tahun 2016 SD 1 Siswa, SMP tidak ada. Sedangkan tahun 2015 persentase SD 0.06 persen, SMP 0,23 yang putus sekolah. "SMA/SMK kewenangan provinsi, kewenangan kita hanya sekolah dasar dan sekolah menengah pertama," katanya.

Untuk Kota Tomohon memiliki 5 kecamatan dan 64 sekolah SD, MI 2, SLB 2, MTS/LB 2 dan SMP 22 sekolah. Jumlah siswa SD 8.870, SMP 5898 dan SLB 134.

"Dari dulu Tomohon sebagai Kota Pendidikan. Hal lainnya, kalau tingkat SD dan SMP bersekolah gratis. Faktor tiap kampung atau kelurahan ada sekolah sehingga mudah untuk bersekolah. Banyak daerah lain datang bersekolah di Tomohon," katanya.

Lanjut dia, sekolah di Tomohon yang banyak dilirik siswa yakni Stela Maris Tomohon, Gonzaga, SMP Don Bosko, Smaker Binsus, Smulok, Santa Clara, SD GMIM 4, SD Lentera, SD Don Bosco.(war/fer)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help