TribunManado/

Peneliti Ini Bermimpi Sulap Laba-laba Jadi Pabrik Material Terkuat

Laba-laba menggunakan jaringnya untuk membuat sarang sekaligus sebagai alat berburu.

Peneliti Ini Bermimpi Sulap Laba-laba Jadi Pabrik Material Terkuat
INHABITAT

TRIBUNMANADO.CO.ID - Laba-laba menggunakan jaringnya untuk membuat sarang sekaligus sebagai alat berburu.

Meski terlihat tipis, jaring itu dapat menahan beban beberapa serangga yang tertangkap.

Bila modifikasi dilakukan, bukan tidak mungkin manusia menghasilkan material kuat dengan laba-laba sebagai alatnya. Nicola Pugno, peneliti dari University of Trento, Italia, dan timnya adalah orang yang punya mimpi itu.

Dalam penelitiannya yang telah dipublikasikan di 2D Materials, Pugno bersama timnya memaparkan hasil riset mereka soal modifikasi metabolisme arachnida. Mereka menambahkan graphene dan karbon ke air minum laba-laba.

Hasilnya, laba-laba tetap membuat sutra yang sama. Namun, setelah diuji, sutra yang dihasilkan ternyata lima kali lebih kuat, setara dengan serat karbon murni dan Kevlar yang saat ini menjadi bahan terkuat di Bumi.

"Kami sudah tahu bahwa ada biomineral yang hadir dalam matriks protein dan jaringan keras serangga yang memberi mereka kekuatan dan struktur keras di mulut, rahang bawah, dan gigi mereka, misalnya," kata Pugno.

"Jadi penelitian kami melihat apakah sifat sutera laba-laba bisa 'disempurnakan' dengan penggabungan buatan berbagai nanomaterial berbeda ke dalam struktur protein biologis sutra yang dihasilkan," imbuhnya.

Dilansir dari Futurism pada 31 Agustus 2017, sutra yang dihasilkan oleh Pugo masih dalam tahap awal penelitian. Penelitian lebih lanjut diperlukan agar dapat diadaptasikan pada semua laba-laba.

Jika impian Pugo jadi nyata, jaring laba-laba dapat digunakan dalam membuat parasut, tali kabel, dan material lain. Graphene sendiri telah digunakan untuk membuat pita karet yang tidak rentanputus, tato pelacakan kesehatan, dan membuat elektron mengalir layaknya air.

Pugno pun percaya penelitiannya dapat diterapkan pada makhluk selain laba-laba. "Proses integrasi pada struktur biologi ini juga bisa diterapkan pada hewan dan tumbuhan lain, yang mengarah ke kelas baru "komposit bionik" untuk aplikasi inovatif," kata Pugno.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help