TribunManado/

Kasus Pemecah Ombak Minut Diperkirakan Bakal Miliki Tiga Tersangka

Jika nantinya sudah didapatkan hasil dari audit BPKP Sulut, maka proyek berbanderol Rp 15 Miliar ini diyakini memiliki tiga tersangka.

Kasus Pemecah Ombak Minut Diperkirakan Bakal Miliki Tiga Tersangka
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Proyek pemecah ombak di Minahasa Utara, yang berbanderol Rp 15 Miliar, diperkirakan bakal memiliki tiga tersangka.

Dari informasi yang diperoleh Tribun Manado, Senin (4/9) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut sudah diterima Kejati Sulut.

Akan tetapi, kasus kabar ini langsung dibantah oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulut Yoni E. Malaka.

Menurutnya, pihak Kejati Sulut belum menerima sama sekali hasil audit dari BPKP Sulut.

"Kami belum terima sama sekali hasil auditnya," ujar Yoni siang tadi.

Namun Yoni menegaskan pihaknya tetap serius menangani kasus ini.

"Kami tetap pantau, dan saat ini kira-kira kasusnya sudah 90an persen," tegasnya.

Jika nantinya sudah didapatkan hasil dari audit BPKP Sulut, maka proyek berbanderol Rp 15 Miliar ini diyakini memiliki tiga tersangka.

"Kami masih melengkapi berkas lainnya, tapi bisa dipastikan kalau tersangkanya lebih dari satu," tegas Yoni.

Akan tetapi ketika ditanyakan siapa saka kandidat tersangkanya, Yoni masih enggan membeberkannya.

"Sabar saja dulu, tetap akan kami ekspos dalam waktu dekat ini kok," tandasnya. (nie)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Try Sutrisno
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help