TribunManado/

Pelabuhan Bitung - Dari Sopir Hingga Perusahaan Dirugikan, Ternyata ini Penyebabnya

Rusaknya sejumlah alat Rubber Tired Gantry atau Tanggo yang berfungsi mengangkut kontainer di pelabuhan membuat waktu bongkar barang menjadi lama.

Pelabuhan Bitung - Dari Sopir Hingga Perusahaan Dirugikan, Ternyata ini Penyebabnya
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Pelabuhan Peti Kemas Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Laju perekonomian Sulut terhambat di pelabuhan Peti Kemas Bitung.

Rusaknya sejumlah alat Rubber Tired Gantry atau Tanggo yang berfungsi mengangkut kontainer di pelabuhan tersebut membuat waktu bongkar barang menjadi lama.

Data ALFI (Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia), rusaknya alat tanggo membuat dwelling time di pelabuhan Bitung menjadi 10 hingga 12 hari, semua pelaku ekonomi, dari sopir, ekspedisi serta pihak perusahaan dirugikan.

Ferry salah satu sopir menyebut kerap antre seharian penuh.

"Datang pagi, barang nanti dibawa malam," ungkapnya.

Sebut Ferry, para sopir kini hanya dapat jatah satu ret sehari. Mustinya, dengan empat lajur dan empat alat Tanggo, para sopir bisa dapat dua hingga tiga ret sehari.

Dengan kemampuan satu ret sehari, kata dia, pendapatan mereka otomatis menurun.
Gaji Ferry kini dibawah 2 juta perbulan.

"Kami pakai sistem persentasi, semakin sedikit yang dibawa, semakin sedikit gaji kami, padahal kami kerja seminggu penuh tanpa istirahat," kata dia.

Toni sopir lainnya menuturkan, sudah dapat gaji kecil, para sopir kerap dimarahi para pemilik truk.
Para pemilik tidak mau terima alasan para sopir mengenai rusaknya alat di pelabuhan.

"Gaji kecil bonusnya dimarahi," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Siti Nurjanah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help