TribunManado/

ALFI Desak Dirut Pelindo Mundur, Ini Alasannya

LFI (Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia) mendesak pemerintah untuk mencopot Direktur Utama PT. Pelindo IV, Doso Agung.

ALFI Desak Dirut Pelindo Mundur, Ini Alasannya
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Pelabuhan Peti Kemas Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - ALFI (Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia) mendesak pemerintah untuk mencopot Direktur Utama PT. Pelindo IV, Doso Agung.

Syam Panai ketua ALFI menilai Dirut tak peka dengan kondisi pelabuhan peti kemas Bitung.

"Bukannya memperbaiki alat crane, malah menganggarkan perluasan pelabuhan," kata dia.

Menurut Syam, rusaknya alat tanggo membuat dwelling time di pelabuhan Bitung menjadi 10 hingga 12 hari Hal tersebut, bertentangan dengan kebijakan Presiden Jokowi.

” Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan mengatakan pelayanan bongkar barang di pelabuhan harus cepat namun disini sangat lama bahkan sepertinya sengaja diperlama," kata dia.

Menurut Panai, sejumlah perusahaan di bawah Alfi menjerit akibat lamanya dwelling time.
Estimasi kerugian yang dialami berkisar miliaran rupiah.

"Kerugian tersebut yakni pembengkakan biaya, storage, demurage dari perusahaan pelayaran, dan klaim pemilik barang karena keterlambatan, belum lagi munculnya spekulan yang dipicu kelangkaan barang," kata dia.

Anggota dewan bitung Ramlan Ifran menyatakan, pihaknya sudah beberapa kali memperingatkan pihak Pelindo untuk memperbaiki alat Tanggo.

Pihak Pelindo IV Bitung ketika dikonfirmasi menyatakan, dua dari enam alat tanggo dalam keadaan rusak.

General Manager TPB Pelindo IV Bitung I Made Gautama melalui manajer operasional.
Dikatakannya, tak mudah mengadakan alat tersebut. Sebuah berharga 40 miliar.

"Sparepartnya juga tak gampang dicari," kata dia.

Menurut dia, pihaknya bakal menambah satu lagi alat RTG, alat itu dibeli dari cina.

Diungkapnya, rusaknya alat tanggo disiasati pihaknya dengan mengatur jalur antrian kendaraan.
"Namun tetap saja sulit," kata dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help