TribunManado/

Suku Bunga Tren Menurun, BPJS Ketenagakerjaan Tidak Mengubah Portofolio Investasi

Hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 15 triliun per Juli 2017 atau naik 31,58% dari periode sama tahun lalu yang senilai Rp 11,4 triliun.

Suku Bunga Tren Menurun, BPJS Ketenagakerjaan Tidak Mengubah Portofolio Investasi
TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH
BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi di Pasar Bersehati Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kinerja investasi BPJS Ketenagakerjaan cukup menggembirakan. Hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 15 triliun per Juli 2017 atau naik 31,58% dari periode sama tahun lalu yang senilai Rp 11,4 triliun.

Kondisi ekonomi yang membaik mendorong optimisme BPJS Ketenagakerjaan bisa meraih hasil investasi Rp 24 triliun di akhir tahun ini. Sedangkan yield on investment (YoI) per Juli 2017 tercatat sebesar 9,41%, naik dari 8,94% per Juli 2016.

Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja yakin di akhir tahun nanti imbal hasil investasi bisa mencapai 10%.

Agar target tercapai, investasi di surat utang, deposito dan saham masih menjadi andalan. Saat ini, porsi investasi BPJS Ketenagakerjaan di surat utang sebesar 61%, deposito 15%, saham 18%, reksadana 6% dan investasi langsung 1%.

Nah, di tengah tren turunnya suku bunga, BPJS Ketenagakerjaan belum berencana mengecilkan porsi penempatan dana di deposito. Kami menyesuaikan kebutuhan liabilitas program sesuai dengan regulasi yang ditetapkan,” kata Irvansyah kepada KONTAN, Rabu (30/8).

Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Amran Nasution menegaskan, pihaknya tidak lantas mengubah investasinya di deposito, hanya karena penurunan bunga. Sebab kondisi saat ini meski return suku bunga bank turun, bisa ditutup dari return dari investasi saham yang meningkat.

BPJS Ketenagakerjaan memilih mengoptimalkan investasi di sektor pasar modal. Selain mengejar target investasi, BPJS Ketenagakerjaan juga terus berupaya menambah jumlah pesertanya. Jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai 23,3 juta pekerja dengan jumlah perusahaan 398.757 unit. Sampai akhir tahun nanti target peserta aktif bisa mencapai 25,3 juta peserta.

Agar target tercapai, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng pemerintah daerah untuk mengoptimalkan jumlah peserta di daerah. Yang terbaru, semisal BPJS memberi perlindungan bagi 2.500 guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di Jember. GTT dan PTT terdaftar sebagai peserta pada program pekerja penerima upah.

BPJS Ketenagakerjaan optimis dapat membidik 12.000 pekerja GTT dan PTT di Jember menjadi pesertanya pada tahun ini. Sebab Bupati Jember telah menginstruksikan pelaksanaan program jaminan sosial oleh pelaku usaha atau pemberi kerja. Jika tidak, ada sanksi administratif yang diberikan

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help