TribunManado/

Ada 27 Tahanan Warga Negara Filipina di Kota Bitung

Di mata sejumlah warga negara Filipina, Bitung adalah surga perikanan. Surga itu terlarang untuk dimasuki semenjak era Menteri Perikanan Susi Pudjiast

Ada 27 Tahanan Warga Negara Filipina di Kota Bitung
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Sejumlah perahu nelayan di Bitung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Di mata sejumlah warga negara Filipina, Bitung adalah surga perikanan.
Surga itu terlarang untuk dimasuki semenjak era Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti.

Namun surga itu terlalu indah hingga beberapa warga Filipina berupaya masuk ke sana.
Cara yang ditempuh tergolong nekat, dengan memalsukan KTP Bitung.

Hal itu dilakukan dengan perantaraan pemilik kapal, makelar serta oknum pejabat Pemko Bitung.
Sindikat pemalsu KTP tersebut berhasil dibongkar aparat menyusul tertangkapnya kapal DVON, pertengahan tahun lalu.

Para pelakunya, termasuk para warga Filipina berjumlah 11 orang sudah menjalani proses hukum.
Junel, salah satu warga negara Filipina ber KTP Bitung beberapa waktu lalu menyatakan, ia diminta mengurus KTP Bitung oleh seorang pemilik kapal.

Junel menjalani perekaman KTP di Discapil Bitung. "Selebihnya diurus pemilik kapal," kata dia kepada Tribun Manado beberapa waktu lalu.

Junel dan kawan - kawan dibekuk aparat saat tengah melaut di perairan sekira kota Bitung.
Ia menunjukkan KTP Bitung namun petugas curiga karena bahasa indonesianya tidak fasih.

Setelah diselidiki, Junel ternyata warga Filipina.
Junel mengaku kapok.Sekeluar dari penjara ia berjanji segera kembali ke Filipina dan melaut secara jujur.

Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia Susi Pudjiastuti beberapa waktu lalu menengarai banyak warga Filipina melaut di Indonesia dengan memakai KTP Bitung.
Kadiscapil Bitung E Lomboan menjamin pihaknya tak akan kebobolan lagi.
"Sistem pengawasannya sangat ketat saat ini," kata dia.

Kumaling warga Filipina lainnya tertangkap saat tengah mencuri ikan di perairan Talaud pada akhir tahun lalu.
Rohilio Kumaling mengaku terpaksa mencari ikan di Bitung karena tak ada ikan di General Santos, kota tempat tinggalnya.

"Disini banyak ikan, kalau di daerah saya melaut sehari hanya dapat 5 ikan," kata dia lewat penerjemah.Carlidon warga Filipina lainnya mengaku sudah dua kali mencari ikan di perairan Sulut.
Pada kesempatan pertamanya,

Carlidon beroleh banyak ikan dan membawa uang jutaan rupiah."Waktu itu ibu senang," kata dia
dengan bahasa indonesia terpatah - patah.

Kalapas Tewaan Bitung Danang Agus Triyanto menyatakan, ada 27 narapidana dari Filipina di Lapas tersebut.
Umumnya mereka dipenjara karena kasus perikanan. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help