Ingin Awet Muda Fisik dan Mental? Menarilah

Hidup sehat hingga usia tua menjadi impian setiap manusia. Namun, banyak orang gagal dan ketika memasuki 40, penurunan fisik dan mental mulai terlihat

Ingin Awet Muda Fisik dan Mental? Menarilah
Etsy
Menari membantu mempertahankan kualitas fisik dan mental 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hidup sehat hingga usia tua menjadi impian setiap manusia. Namun, banyak orang gagal dan ketika memasuki 40, penurunan fisik dan mental mulai terlihat.

Beragam penyakit bermunculan, mulai dari darah tinggi, jantung, diabetes, asam urat, sampai Alzheimer.

Kabar baiknya, penurunan fisik dan mental itu sebenarnya bisa dicegah dengan latihan fisik secara rutin.

Sebuah studi yang dipimpin oleh Kathrin Rehfeld daru Neurodegenerative Diseases di Jerman mengungkap, menari ternyata merupakan aktivitas fisik paling ampuh.

"Dalam penelitian, kami menunjukkan bahwa dua jenis latihan fisik (menari dan ketahanan), meningkatkan aktivitas area otak yang menurun seiring bertambahnya usia," katanya.

"Namun, hanya menari yang hanya menari yang mampu memberikan perubahan perilaku nyata dalam peningkatan keseimbangan," imbuhnya.

Dilansir dari Science Daily, Jumat (25/8/2017), peneliti merekrut relawan lansia dengan usia rata-rata usia 68 tahun.

Mereka diberikan program latihan ketahanan, fleksibilitas, dan menari setiap minggu selama delapan belas bulan.

Setiap jenis latihan memberikan dampak tetapi menari memberikan tantangan tambahan dibandingkan latihan lain.

"Aspek yang paling menantang bagi mereka adalah mengingat rutinitas di bawah tekanan waktu dan tanpa isyarat dari instruktur," kata Rehfeld.

"“Saya pikir menari adalah alat yang ampuh untuk menetapkan tantangan baru bagi tubuh dan pikiran, terutama di usia yang lebih tua," imbuhnya.

Saat ini, peneliti mengevaluasi sistem baru yang disebut "Jymmin" (jamming dan senam). Ini adalah sistem berbasis sensor yang menghasilkan suara (melodi, ritme) berdasarkan aktivitas fisik.

Sistem baru itu diharapkan bermanfaat mempertahankan fisik dan mental serta membantu orang-orang yang mederita demesia. Rist ini dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neuroscience.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help