TribunManado/

Citizen Journalism

(Citizen Journalism) Merabu Mendunia Berkat Tangan Dingin Putra Minahasa

Saat itu saya masih kerja serabutan, jadi tukang, pergi ke hutan jadi pelangsir barang di goa sarang burung walet, tepatnya Goa Ranggasan Berau.

(Citizen Journalism) Merabu Mendunia Berkat Tangan Dingin Putra Minahasa
ISTIMEWA
Franly Aprilano Oley 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kampung Merabu telah mendunia karena pesona dan potensi ekowisatanya.

Siapa sangka, di balik keberhasilan kampung yang berlokasi di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ini ada tangan dingin Kepala Kampung Franly Aprilano Oley (29), yang merupakan putra asli Minahasa.

Franly Aprilano Oley
Franly Aprilano Oley (ISTIMEWA)

Franly berhasil membangun kampung ini di segala bidang. Berkat kerja kerasnya, Franly mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Dia menjadi pembicara di berbagai even, nasional hingga internasional. Ia pernah mewakili Indonesia di COP 22 Marrakech.

Dia berbicara di forum yang dihadiri perwakilan berbagai negara soal perlindungan hutan di Merabu.

Berikut tulisan Franly, dalam rubrik Citizen Jurnalism Tribun Manado, melalui percakapan Whatsapp, Minggu (27/8).

Dulu tahun 2009 saya datang ke Merabu sebagai tukang. Saat itu saya membangun sekolah di sini. Saya kemudian mendapat pacar warga di sini, teman-teman yang bekerja dengan saya sudah pulang Manado.

Pertama saya masuk gereja, saya lihat ada keyboard, tapi tak ada pemainnya. Akhirnya saya yang jadi pemain keyboard di gereja. Tahun 2010 saya sudah tunangan dengan pacar saya, Mariana.

Saat itu saya masih kerja serabutan, jadi tukang, pergi ke hutan jadi pelangsir barang di goa sarang burung walet, tepatnya Goa Ranggasan Berau. Saya lalu menikah pada tahun 2010, bulan sebelas.

Franly Aprilano Oley
Franly Aprilano Oley (ISTIMEWA)

Setelah menikah saya juga sempat jadi guru honor di Sekolah Dasar 010 Berau di Merabu, dengan gaji Rp 300 ribu per bulan. Saat itu saya mengajar Bahasa Inggris.

Halaman
123
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help