TribunManado/

3 Tahun SMP Negeri Satap Goyo Tak Punya Guru Bahasa Inggris

Sudah tiga tahun, siswa di SMP Negeri Satap Goyo tak pernah belajar Bahasa Inggris, sebab hingga kini gurunya tidak ada

3 Tahun SMP Negeri Satap Goyo Tak Punya Guru Bahasa Inggris
Warsteff Abisada
Sudah tiga tahun, siswa di SMP Negeri Satap Goyo tak pernah belajar Bahasa Inggris 

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada


TRIBUNMANADO.CO.ID,BOROKO—Kendati berstatus sekolah negeri, namun SMP Satap di pemukiman transmigrasi Goyo, Desa Ollot II, Kecamatan Bolangitang Barat belum memiliki tenaga pendidik yang memadai. Buktinya, sejak berdiri tiga tahun lalu, sekolah ini tak mempunyai guru yang mengajar khusus pelajaran Bahasa Inggir.

‘’Sudah tiga tahun, siswa di SMP Negeri Satap Goyo tak pernah belajar Bahasa Inggris, sebab hingga kini gurunya tidak ada,’’ kata Takim, guru matan pelajaran Penjas saat Tribun Manado berkunjung ke pemukiman Goyo, Jumat (25/8).

Di SMP Negeri Satap Goyo, kini ada 28 siswa yang belajar, dimana 11 diantaranya sudah duduk di klas 9. ‘’Kami khawatir 11 siswa yang akan menghadai ujian nasional pada tahun depan, tak akan lulus. Sebab, mereka pasti tak akan mampu menjawab soal Bahasa Inggris saat ujian, karena mereka sama sekali memang belum pernah belajar,’’ ujar Takim.

Idealnya di sekolah menurut Takim, ada 11 guru yang harus mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang ada. Namun, di SMP Negeri Satap Goyo hanya 4 guru yang ada dengan status 1 pegawai negeri sipil (PNS) dan 3 honorer. ‘’Guru-guru yang ada tidak berani mengajar Bahasa Inggris, sebab memang tidak menguasainya. Kalau mata pelajaran mungkin bisa, tapi untuk Bahasa Inggris memang tidak bisa sama sekali,’’ tuturnya.

Siswa yang ada di sekolah tersebut tambah Takim, kualitas intelektualnya tak kalah dengan siswa lainnya di sekolah-sekolah terkenal. ‘’Jika ilmunya diajarkan dengan baik, siswa disini sangat cepat memahaminya. Bahkan, ada yang mampu berprestasi mengharumkan nama daerah di bidang olahraga,’’ jelasnya.

SMP Negeri Satap Goyo berdiri tiga tahun silam. Bangunannya sangat representatif untuk siswa belajar, sebab didirikan dengan dana bantuan dari Australia. ‘’Meski berasal dari luar daerah, saya sendiri mengabdikan sepenuhnya kehidupan saya untuk mengajar di Goyo untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Sebab, anak-anak yang belajar di Goyo juga adalah putra putri terbaik di daerah, yang bisa menjadi harapan untuk meneruskan pembangunan, jadi tak bisa disepelekan keberadaan mereka,’’ tegas Takim yang setiap hari ia datang ke sekolah menempuh jarak 11 Km dari Desa Ollot II.

Berbeda dengan SMP, SD Negeri Goyo memiliki jumlah guru yang cukup. Sebab, ada 9 guru PNS yang setiap hari masuk klas dan mengajar siswa dengan penuh semangat. ‘’Guru di SD cukup untuk mengajar 68 siswa yang ada,’’ kata Jul.

Jul ada wali klas 4 di SD Negeri Goyo. ‘’Yang perlu diperhatikan di SD adalah pengembangan infrastruktur belajarnya, seperti ruang kelas. Sebab, baru dua ruang klas yang dibuat representatif, lainnya cukup memprihatinkan,’’ tukasnya.
SD di pemukiman Goyo sudah ada sejak tahun 2006, dan oleh pemerintah diubah statusnya menjadi sekolah Negeri pada tahun 2008. ‘’Pada awal hadirnya sekolah ini, sangat banyak siswa yang belajar yakni 119 siswa. Lulusannya pun sudah banyak,’’ tukasnya. (War)

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help