TribunManado/

Tiga Kelurahan di Kecamatan Ranowulu Jadi Surga Pasir Bagi Pengusaha Tapi 'Neraka' untuk Wara

Desa Kumersot, Tendeki dan Tewaan, tiga Kelurahan di Kecamatan Ranowulu, bak surga bagi pengusaha pasir.

Tiga Kelurahan di Kecamatan Ranowulu Jadi Surga Pasir Bagi Pengusaha Tapi 'Neraka' untuk Wara
ALPEN MARTINUS
Desa Kumersot, Tendeki dan Tewaan, tiga Kelurahan di Kecamatan Ranowulu, bak surga bagi pengusaha pasir. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,BITUNG- Desa Kumersot, Tendeki dan Tewaan, tiga Kelurahan di Kecamatan Ranowulu, bak surga bagi pengusaha pasir.

Di tiga desa tersebut, mereka bebas beroperasi meski tak mengantongi izin.

Tak ada yang melarang kendati menimbulkan suara bising di waktu malam atau mengotori jalan dengan pasir.
Surga bagi pemilik galian pasir namun neraka bagi warga.

Warga tiga desa tersebut dibuat menderita dengan adanya galian C.

Rini Sarese salah satu warga Tewaan menyebut, warga sering terjaga dini hari dengan bunyi truk pengangkut pasir.

"Anak - anak kami terbangun, akibatnya waktu istirahat kurang, mereka jadi ngantuk di sekolah," kata dia.
Sebut dia, pengangkutan pasir kini berlangsung dini hari. Ia menduga hal itu untuk menghindari razia.

"Dini hari sangat bising," kata dia. Diungkap Rini, kecelakaan sering terjadi disebabkan muntahan pasir di jalalan.

Banyak truk tidak menutupi bagian belakangnya dengan terpal hingga pasir gampang tercecer ke luar.

"Banyak motor yang terpeleset," kata dia. Junefri Makisurat, salah satu warga mengeluhkan truk pengangkut pasir yang sering ngebut dan ugal - ugalan.

"Di lorong sempit pun mereka kerap ngebut, tak peduli disana banyak anak anak," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help