TribunManado/

GMIM Imanuel Kawangkoan 'Selamat' Dari Penggusuran Lahan Tol Berkat Doa Warga

Pagar Gereja GMIM Imanuel Kawangkoan di Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara (Minut) itu dipenuhi tulisan angka berukuran besar

GMIM Imanuel Kawangkoan 'Selamat' Dari Penggusuran Lahan Tol Berkat Doa Warga
Kompas.com/ Syahrul Munir
Ilustrasi pembangunan jalan tol. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Pagar Gereja GMIM Imanuel Kawangkoan di Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara (Minut) itu dipenuhi tulisan angka berukuran besar berwarna merah, pertengahan tahun lalu.
Tulisan angka ini bakal mangakhiri
riwayat gereja tersebut.

Gereja itu masuk lahan jalan kereta api. Tulisan berwarna merah itu adalah tanda sebuah lahan masuk area jalan kereta api.

Tak jauh dari gereja itu, terdapat kuburan. Tulisan merah juga tertera disana.
Kini tulisan merah itu tak lagi ditemui di pagar Gereja. Berkat perjuangan warga setempat,
gereja itu akhirnya batal digusur.

Amatan Tribun, Sabtu (19/8) papan gereja itu belum terpasang. Agaknya begitu tahu gereja itu masuk area jalan kereta api, papan gereja dicabut, namun belum dipasang lagi kala gereja diyatakan tidak masuk area jalan kereta api. "Puji Tuhan akhirnya gereja ini selamat," kata Hukum Tua Desa Kawangkoan Paul Kodong.

Dikatakan Kodong, warga sempat  resah begitu gereja masuk dalam area jalan kereta api.
Namun keresahan tak ditumpahkan secara emosional.

"Kami bawa dalam doa," kata Kodong yang juga majelis gereja itu.  Dikatakan Kodong, jemaat coba
bermohon ke pemerintah agar gereja itu tidak masuk dalam area rel kereta api.

Sejumlah surat dilayangkan ke sejumlah instansi pemerintahan. "Kami doa dulu," kata dia.
Permohonan warga sempat  tak berjawab.

Namun, kata dia, warga tak putus asa. "Kami terus bertekun dalam doa, jika memang sudah kehendak Tuhan kami pasrah," kata dia.

Akhirnya kabar baik datang pada awal tahun ini.  Gereja itu dinyatakan tidak masuk jalur kereta api.
"Kami senang akhirnya Tuhan mengabulkan doa kami," kata dia.

Dikatakan Kodong, kabar jalur kereta api menghilang bersamaan dengan batalnya gereja itu masuk area kereta api.
"Pemerintah katakan belum ada rencana itu dalam waktu dekat," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help