TribunManado/

Tugu Perang Dunia II di Gereja GMIM Sentrum, Bukti Strategisnya Manado

Monumen ini dimaknai sebagai simbol penyerahan arwah korban perang kepada Tuhan Yang Mahakuasa pada kotak berbentuk kubus di puncak monumen.

Tugu Perang Dunia II di Gereja GMIM Sentrum, Bukti Strategisnya Manado
tribun manado
Tugu Perang Dunia II Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada cerita sejarah yang mencengangkan pada Tugu Perang Dunia II yang terletak di Jalan Sarapung Lingkungan 2, Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Gereja GMIM Sentrum Manado yang bersebelahan dengan tugu tersebut ternyata pernah hancur oleh bom pada Perang Dunia II.

"Waktu itu Jepang telah berhasil menguasai wilayah ini dari Belanda. Kemudian direbut kembali oleh Belanda. Bom diluncurkan sehingga gereja hancur. Ada bekas lubang besar sebelum gereja dibangun lagi," ujar Mervi Watung, koster GMIM Sentrum Manado, Kamis (10/08/2017).

Lanjut Mervi tugu ini dibuat sebagai kenangan perjuangan pahlawan dulu di wilayah ini.

"Di sini hampir setiap hari didatangi pengunjung. Tidak hanya dari Sulut, dari luar negeri pun ada. Tiongkok yang sering ke sini," ujar dia.

Tugu Perang Dunia II Manado
Tugu Perang Dunia II Manado (tribun manado)
Tugu Perang Dunia II Manado
Tugu Perang Dunia II Manado (tribun manado)

Monumen kenangan Perang Dunia II ini didirikan pada tahun 1946-1947 oleh sekutu /NICA, dengan arsiteknya Ir Van den Bosch.

Monumen ini dibangun sebagai suatu kenangan terhadap korban Perang Pasifik, baik dari pihak sekutu, Jepang, dan rakyat semasa Perang Dunia II berlangsung 1941-1945.

Monumen ini tidak sempat diresmikan sehingga tidak ada prasasti penamaannya.

Tinggi monumen ini 40 meter terdiri dari 4 buah tiang penyangga dengan sebuah kubus persegi empat yang disimbolkan sebagai peti jenazah atau berisi abu jenazah korban perang dan dilengkapi dengan empat bola/roda peti jenazah.

Tugu Perang Dunia II Manado
Tugu Perang Dunia II Manado (tribun manado)

Monumen ini dimaknai sebagai simbol penyerahan arwah korban perang kepada Tuhan Yang Mahakuasa pada kotak berbentuk kubus di puncak monumen.

Empat bola roda kota kubus di atas, disimbolkan sebagai pemisah antara makhluk mulia manusia yang mengusung dan yang diusung.

Monumen ini sebagai bukti bagaimana peran dan strategisnya lokasi Manado Minahasa pada masa Perang Pasifik, bahkan di awal Perang Dunia II.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help