TribunManado/

Para Remaja Ini Memilih Lari Ketimbang Pacaran

Balap liar kerap kali berlangsung di jalan umum sekitar kawasan Minawerot, Kecamatan Kauditan, tiap malam minggu.

Para Remaja Ini Memilih Lari Ketimbang Pacaran
ARTHUR ROMPIS

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI- Balap liar kerap kali berlangsung di jalan umum sekitar kawasan Minawerot, Kecamatan Kauditan, tiap malam minggu.

Namun ini bukan balap sepeda motor. Melainkan balap lari 100 meter. Pelakunya para remaja di sejumlah desa kawasan tersebut.  Mereka adalah para remaja  yang menekuni olahraga lari.

"Kami biasa balap lari setiap malam minggu," kata Novy, remaja asal Desa Kaima.  Menurut dia, ide itu muncul untuk menjaga iklim kompetisi.

"Lomba sangat minim, jadi untuk menjaga kebugaran fisik kami melakukan tes kemampuan lari setiap malam minggu," beber dia.

Ia mengakui balap lari itu sering diwarnai taruhan. Namun taruhan hanya untuk penyemangat saja.

"Sama saja dengan orang taruhan main bola," kata dia. Lantas mengapa berlangsung malam minggu ?.
Apakah waktu pacaran tidak tersita ?. "Hanya malam minggu yang pas karena kami semua anak sekolah," kata dia.

Maikel pelari lainnya mengaku pernah melakoni balap lari itu.
Sebutnya, balap lari itu ramai namun tertib. "Tapi sekarang sudah tidak lagi," ujar dia.

Hukum Tua Desa Kaima Meidy Kumase menjelaskan, balap lari jalanan itu mendampak positif karena menjauhkan anak - anak muda dari pengaruh miras serta perkelahian. "Kalau masalah taruhan itu biasa saja," kata dia. Sebut Meidy,

"lulusan" balap jalanan ini telah menjadi jawara di berbagai lomba lari. Prestasi terakhir adalah lomba lari di Tondano beberapa pekan lalu.

"Juaranya Glen dari Kawiley, juara lainnya adalah pelari Kenya," kata dia. Klub lari memang menjamur di kawasan Minawerot.

Hampir setiap desa memiliki klub lari.  Rata - rata klub memiliki puluhan pelari remaja.

Di Desa Kaima, menurut Meidy, ada sebuah klub lari. "Pelatihnya adalah Joseph Togas dan Herry Rimporok," kata dia.
Tingginya animo olahraga lari di kalangan remaja Minawerot, ujar dia, membuat pihak Kecamatan Kauditan memutuskan menggelar lomba lari pada acara hut proklamasi tahun ini. Sebut Meidy, lomba lari tersebut sangat meriah.

"Digelar 100 meter dan marathon, pesertanya ratusan pemuda, mereka yang biasa balapan di jalan bisa menyalurkan hobi mereka dalam turnamen resmi," kata dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help