TribunManado/

Dari De Museum Café Malang

Indonesia Sekarang Darurat Idiologi

Ingin melihat replika The Dead Sea Scrolls atau Naskah Gulungan Nabi Yesaya? Datang saja ke De Museum Cafe Malang.

Indonesia Sekarang Darurat Idiologi
Basuki
Penulis bersama pemilik De Museum Café Dr Bambang Noorsena 

Membicarakan daya pikat Kota Malang sebagai destinasi wisata favorit memang seolah tiada habisnya.

Di kota sejuk ini, tempat-tempat alam yang indah begitu meruah.

Pun dengan ragam wisata lain, baik agro, budaya, pendidikan, sejarah, religi hingga kuliner—semua menggeliat, berlomba memanjakan tetamunya.

Di antara sekian tempat wisata yang sedang bersolek, De Museum Café, tentu tidak berlebihan jika dijadikan sebagai salah satu pilihan destinasi.

De Museum Café milik Dr. Bambang Noorsena memang unik.

Di sini, pengunjung selain dimanjakan dengan menu andalan, bakso rasa rempah dan kopi giling sendiri, mereka juga bisa melakukan ziarah sepuasnya menikmati replika manuskrip kitab suci berusia ribuan tahun.

Salah satunya, menyaksikan replika Naskah Gulungan Nabi Yesaya The Dead Sea Scrolls.

Naskah yang ditemukan pada 1947 ini, menurut hasil uji karbon dan paleografi telah berusia 2150 tahun.

Tidak hanya itu, jika sedang beruntung, pengunjung bisa mendapatkan kesempatan berbincang langsung dengan Bambang Noorsena, pemilik yang juga dikenal luas sebagai pendiri Institute for Syriac Culture Studies (ISCS).

Saya salah satunya. Setelah menyantap bakso rempah, Bambang yang pernah menjadi narasumber sosialisasi Empat Pilar Bangsa dan Negara di MPR RI ini berkisah tentang ide di balik pendirian kafe miliknya. 

Halaman
1234
Penulis: Sigit Sugiharto
Editor: Sigit Sugiharto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help