TribunManado/

Ikan Payangka Jadi Logo Pilkada Minahasa 2018, Ini Penjelasannya

Logo baru tersebut bernama Si Payangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa 2018.

Ikan Payangka Jadi Logo Pilkada Minahasa 2018, Ini Penjelasannya
ISTIMEWA KPU MINAHASA
Ikan Payangka jadi Logo Pilkada Minahasa 2018 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO -  Ikan khas danau Tondano payangka menjadi simbol utama dalam logo Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tahun 2018 yang baru diluncurkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa yang dirangkaikan dalam rapat kerja penyusunan pedoman teknis tahap II Pilbup dan Wabup Minahasa 2018, di Swiss Belhotel Maleosan, Manado, Jumat (11/8).

Logo tersebut diluncurkan oleh Ardiles Mewoh Komisioner KPU Sulut, didampingi oleh Lima Komisioner KPU Minahasa, juga disaksikan oleh perwakilan partai pemilik kursi di Minahasa, LSM, wartawan, perwakilan Kodim 1302 Minahasa, Polres Minahasa, dan undangan lainnya.

Logo baru tersebut bernama Si Payangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa 2018.

Meidy Tinangon ketua KPU Minahasa menjelaskan bahwa ikon utama ikan payangka memegang paku dan kertas suara bertuliskan tanggal 27 Juni 2018 menghadap kotak suara.

Ikan payangka yang memiliki nama ilmiah Ophieleotris Aporos, Bleeker merupakan ikan yang menjadi ciri khas Danau Tondano bahkan menjadi kebanggaan masyarakat sekitar Danau Tondano.

Saat ini, nilai ekonomis payangka telah berkembang dimana dari sebelumnya hanya dihidangkan di meja makan keluarga, kini payangka telah memiliki nilai jual.

"Ikan payangka, sejatinya bukan ikan asli Danau Tondano, Ikan ini diintroduksi di Danau Tondano pada Tahun 1902 dari Danau Limboto, Gorontalo eks Provinsi Sulawesi Utara, karena sudah lama diintroduksi ke dalam Danau Tondano dan mampu bertahan bahkan menjadi spesies dominan, sehingga masyarakat menganggap Payangka sebagai ikan asli Danau Tondano," jelas Tinangon.

Menariknya, eksistensi Payangka di Danau Tondano adalah kemampuannya bertahan di tengah kompetisi dengan ikan-ikan yang lain, yang bahkan sebagian telah hilang atau hampir mengalami kepunahan lokal.

Kemampuan payangka untuk bertahan hingga saat ini disebabkan karena variasi makanan payangka sangat luas dan relatif tidak ada pesaing untuk makanan yang sama.

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Rine_Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help