TribunManado/

Dibangun Sejak 2015, Bak-bak Penampungan Air di Buyandi ini tak Pernah Difungsikan

Tiga bangunan penampuan air di desa Buyandi, Modayag, Bolaang Mongondouw Timur yang dibangun pemerintah mubasir.

Dibangun Sejak 2015, Bak-bak Penampungan Air di Buyandi ini tak Pernah Difungsikan
Warga memperhatikan bak penampungan air di Desa Buyandi yang tak kunjung dimanfaatkan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tiga bangunan penampuan air di desa Buyandi, Modayag, Bolaang Mongondouw Timur yang dibangun pemerintah mubasir.

"Bangunan ini berdiri sejak tahun 2015, sampai sekarang kami belum tahu, manfaatnya apa bagi masyarakat? karena penampungnya tak ada air" ujar warga Buyandi Ages Koas (47), Jumat (11/8).

Kata dia, waktu lalu sempat dengar dari pemerintah desa bahwa tiga bangunan ini akan dipergunakan untuk menampung air bersih.

"Kalau memang rencana itu benar, saya merasa bersyukur sebab di Buyandi kesulitan air bersih. Saya saja harus menggali sumur,"kata dia lagi.

Kepala dusun IV Suwardi Mamonto mengatakan, keluhan dari masyarakat hanya ketersedian dari bersih. Memang kalau musin kemarau, sumur warga sering kering.

"Waktu lalu ada program air masuk desa. Tetapi sampai detik ini, tidak jalan. Hanya tiga bangunan bak penampung yang berdiri tanpa air,"kata Suwardi.

Lanjut dia, sebagian pipa serta tangga untuk naik ke bak sudah rusak. Lama kelamaan akan lebih parah lagi, jika dibiarkan.

Sangadi Desa Buyandi Enong Paputungan mengatakan memang tiga bak tersebut tidak berfungsi. Karena penyaluran ke rumah warga belum ada.

"Saya sudah sempat menayakan ke pemerintah kabupaten, apakah tiga penampung ini, masih akan dilanjutkan pekerjaannya atau tidak. Jawaban mereka akan segera dimanfaatkan lewat pemanfaatan embun,"ujar Enong Paputungan.

Kata dia, pembangunan tiga bak penampung ini dari pemerintah pusat dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Boltim. Untuk anggaranya tidak tahu.

Kadis Kesehatan Eko Warsidi mengatakan, nanti akan dicek kalau Desa Buyandi masuk dalam pembuatan bak waktu lalu.

"Setahu saya, pekerjaan lanjutnya harus dilakukan oleh pemerintah desa lewat dana desa misalnya pipa dan keran ke tiap rumah warga," ujar Eko Warsidi.

Kata dia, akan segera melakukan koordinasi lagi dengan pihak pemerintah desa dengan turun lapangan.

Sementara Kadis Pekerjaan Umum, Penataan ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Boltim, Sahrul Abdul Muis mengatakan tahun 2018 semua jaringan air maupun bak penampung akan segera difungsikan.

"Jadi saya jamin 2018, masalah air akan terselesaikan secara perlahan-lahan tiap desa. Saya saat ini sementara menyelesaikan jaringan pipa di Dodap," ujar Muis. Tambahnya, masyarakat harus bekerja sama dengan pemerintah dalam pemeliharaan..

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help