TribunManado/

Oma 72 Tahun Asal Kampung Jaton ini Bahagia, Penantiannya Lima Tahun Berakhir

Wajah Suud Lamani berbinar. Garis-garis keriput tanda usia sepuh di wajah tak mampu menyembunyikan kegembiraan. Ia terus tersenyum.

Oma 72 Tahun Asal Kampung Jaton ini Bahagia, Penantiannya Lima Tahun Berakhir
Bupati Minahasa, Jantje W. Sajouw memberi sambutan saat pelepasan jemaah calon haji Kabupaten Minahasa di aula Kantor Kemenag Minahasa, kemarin. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Wajah Suud Lamani berbinar. Garis-garis keriput tanda usia sepuh di wajah tak mampu menyembunyikan kegembiraan. Ia terus tersenyum.

Suud, satu dari antara 17 Jemaah Calon Haji (JCH) Minahasa yang dilepas Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajouw di aula Kementerian Agama (Kemenag) Minahasa, kemarin.

Dari 17 jemaah, 10 perempuan dan tujuh laki-laki. Suud yang tertua di antara peserta. Rombongan kali ini dipimpin oleh Sudirman dan dipandu oleh Saptana Setyabudi Kajari Minahasa. Suud calon haji perempuan asal Kampung Jawa mengaku sudah siap untuk berangkat haji.
"Sudah siap, sudah sempat berolahraga juga supaya kuat di sana," kata Oma 72 tahun ini.

Tak ada persiapan khusus yang dilakukan, hanya membawa obat yang biasa digunakannya semisal obat sakit kepala dan flu. "Bawa makanan ringan juga, masker, payung, pelembab kulit sebab di sana kan panas," jelasnya.

Ia mengaku sangat senang akhirnya bisa berangkat ibadah haji setelah menunggu lima tahun."Kalau keinginan naik haji sudah lama sekali dan akhirnya terwujud sekarang," ujarnya.

Sudah ada rencana yang ingin dilakukannya di sana semisal berdoa untuk anak, cucu."Semoga pergi sehat dan pulang juga sehat," ujarnya.

Mereka akan berada di sana selama 42 hari, namun sebelum berangkat mereka telah melakukan pelatihan atau manasik haji selama 16 hari. "Doakan supaya kami bisa menjadi haji mabrur," kata dia.

Haji Syamsudin Dalih, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Minahasa menjelaskan bahwa berhaji adalah perintah Allah SWT sehingga jamaah harus meneguhkan niat hanya karena Allah SWT. "Mengeluarkan biaya besar tidak berat karena ikhlas, semoga semuanya akan mendapatkan haji yang mabrur," ujarnya.

Menjadi jamaah haji merupakan kehormatan karena menjadi tamu dan duta Allah." Selama di sana jangan melakukan hal yang melanggar, jangan sampai berbantahan," jelasnya.

Sudirman, ketua rombongan mengaku sudah cukup lelah lantaran harus mengikuti pelatihan dan bimbingan manadih khususnya sebagai ketua rombongan. "Kami minta maaf kalau sudah menyinggung pembimbing manasik selama pembimbingan selama 20 hari," jelasnya.

Sonya Mongkau Kepala Kantor Kemenag Minahasa menjelaskan bahwa mereka akan berangkat ke asrama haji Tuminting pada hari Sabtu (12/8), kemudian akan ke embarkasi Balikpapan pada 13 Agustus, dan akan kembali dari Mekkah pada 25 September .

"Untuk berangkat haji harus membutuhkan kesehatan dan keuangan karena perjalanan cukup berat, proses ibadahnya cukup beray, sehingga fisik juga harus kuat," jelasnya.

Namun ia yakin jamaah calon haji bisa menjalankan ibadah hingga selesai lantaran tidak didorong oleh hal lain tapi niat murni untuk menunaikan ibadah haji.

Bupati Minahasa berharap agar jamaah calon haji jaga diri dan jaga kesehatan lantaran suhu cukup panas saat melaksanakan ibadah haji."Jaga kesehatan dan berhati-hati, jangan sampai kehilangan khususnya pasport lantaran itu yang paling penting," ujarnya.

Ia berjanji akan memberikan uang aku untuk 17 jamaah calon haji tersebut, setelah itu melepaskan rombongan untuk melaksanakan ibadah haji.

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help