TribunManado/

Kisah Tukang Bentor di Kotamobagu, Sisihkan Rp 20 Ribu tiap Hari Selama 15 Tahun Demi Naik Haji

KEGEMBIRAAN dan suka cita tengah dirasakan 115 jemaah calon haji (JCH) Kota Kotamobagu.

Kisah Tukang Bentor di Kotamobagu, Sisihkan Rp 20 Ribu tiap Hari Selama 15 Tahun Demi Naik Haji
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Kamarudin dan Elly, jemaah calon haji asal Kotamobagu saat foto bersama Wali Kota Tatong Bara, Kamis (8/10) 

Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU -  KEGEMBIRAAN dan suka cita tengah dirasakan 115 jemaah calon haji (JCH) Kota Kotamobagu.

Kamis (10/8), secara resmi dilepas oleh walikota Kotamobagu Tatong Bara di pendopo kantor walikota kemudian bakal melanjutkan perjalanan ke asrama haji Kota Manado pada (12/8). 

Dari ratusan JCH dua diantaranya mengungkapkan kisah mereka bisa mewujudkan mimpi dan cita-cita untuk naik haji.

Meski memiliki latar belakar sebagai penarik bentor dan pembuat kue dengan penuh kesabaran perlahan tapi pasti bisa mengumpul uang untuk naik haji.

"Mulai menabung sejak tahun 2002 untuk mau naik haji, dari pendapatan narik bentor setiap hari sisihkan uang Rp 20 ribu sampai tahun 2017," aku Kamarudin Kapi (53) warga Kelurahan Gogagoman kepada Tribun Manado usai pelepasan.

Kamarudin adalah tukang bentor di Kotamobagu yang sudah sejak lama dan bercita-cita untuk naik haji, sampai kesampaikan dia mengaku  senang sekali dan bangga, karena ini cita-cita dan keinginan sebentar lagi terwujud. Sambil menahan tangis dia menceritakan sudah mendaftar untuk naik haji sejak tahun 2012, mendapat dukungan dari istri dan keluarga.

"Sampai jelang berangkat masih narik bentor begitu juga saat kembali dari menunaikan ibadah haji masih tetap narik bentor," kata dia.

Istri Kamarudin Hj HWR Adam menceritakan awal berencana akan naik haji, usai kawin sudah memiliki komitmen bercita-cita ingin tunaikan ibadah haji.

"Waktu itu sebelum krisis moneter (krismon), kami sudah pegang uang Rp 30 juta. Bertanya kepada suami untuk apa uang ini mau naik haji atau buat rumah dan dipilih buat rumah dulu. Kemudian pada tahun 2011 diberi rezeki dan saya bisa naik haji setelah sekarang baru suami," kata Adam yang keseharian sebagai guru SMP N 7 Kotamobagu.

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rine_Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help