TribunManado/

Ekonomi Loyo, Performa Asuransi Umum Ikut Lesu

Bergantung pada kondisi ekonomi dalam negeri, kinerja asuransi umum pada semester I tertekan.

Ekonomi Loyo, Performa Asuransi Umum Ikut Lesu
NET
Ilustrasi asuransi

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bergantung pada kondisi ekonomi dalam negeri, kinerja asuransi umum pada semester I tertekan. Premi asuransi umum turun 6,2%, begitu juga dengan laba yang susut 3,4% per Juni 2017 secara year on year (yoy).

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sekaligus Direktur Utama Asuransi Binagriya Upakara Dadang Sukresna mengakui lambannya pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan pertumbuhan industri asuransi umum.

Daya beli konsumen yang kurang bertenaga berimbas pula ke penjualan otomotif dan properti. Imbasnya, premi dari asuransi kendaraan dan properti mengecil. "Padahal lini asuransi kendaraan bermotor dan asuransi properti bisnis utama," kata Dadang.

Data AAUI pada kuartal pertama 2017 menunjukkan asuransi properti masih menjadi penyumbang terbesar premi asuransi umum yakni 27,46% dari total premi. Menyusul asuransi kendaraan dengan porsi 27,09%, asuransi kesehatan 10,11%.

Penurunan premi dialami Asuransi Binagriya Upakara. Per Juni 2017, premi perusahaan ini turun 5% secara yoy menjadi Rp 62 miliar. Dadang menjelaskan, penyebab penurunan premi karena penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan stagnan.

Padahal premi properti masih menjadi tulang punggung Binagriya yang berkontribusi 70% dari total premi. Sisanya dari berbagai lini seperti asuransi kendaraan bermotor, asuransi rekayasa, asuransi marine cargo.
Dadang berharap kondisi di paruh kedua ini bisa jauh lebih baik. Sejumlah proyek properti mulai hunian hingga komersial diharapkan bisa gencar di semester II ini.

Terpapar
Kondisi serupa juga terjadi di Asuransi Adira Dinamika.Lesunya penjualan kendaraan bermotor mengempiskan premi Asuransi Adira hingga 9,2% menjadi Rp 854,22 miliar.

Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna mengatakan porsi premi asuransi kendaraan lebih dari separuh total premi yang didapat. Makanya saat pasar kendaraan lesu, praktis kinerja perseroan ikut terpapar.
Menghadapi kondisi tersebut, Asuransi Adira berusaha memaksimalkan potensi dari lini bisnis asuransi properti dengan mencoba pasar baru seperti komersial meski skalanya tidak besar.

Kondisi berbeda terjadi di PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) yang premi per Juni 2017 tumbuh 7% menjadi Rp 838 miliar. Direktur Utama Aswata Chirstian Wanandi bilang, pihaknya melakukan diversifikasi bisnis dengan menggarap bisnis asuransi rekayasa dan surety ship.(ktn)

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help