TribunManado/

Dosen FBS Unima Senang Belajar Cara Membuat Artikel Ilmiah

Belasan dosen di Fakultas Bahasa dan Seni Unima nampak serius belajar cara membuat artikel ilmiah .

Dosen FBS Unima Senang Belajar Cara Membuat Artikel Ilmiah
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Belasan dosen di Fakultas Bahasa dan Seni Unima nampak serius belajar cara membuat artikel ilmiah dalam seminar and workshop tips and tricks for reputable journal publication, di ruang Kuliah FBS Unima, Kamis (10/8). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Belasan dosen di Fakultas Bahasa dan Seni Unima nampak serius belajar cara membuat artikel ilmiah dalam seminar and workshop tips and tricks for reputable journal publication, di ruang Kuliah FBS Unima, Kamis (10/8).

Gideon Maru ketua panitia  menjelaskan persertanya dari semua pimpinan program studi di FBS dan dosen peneliti.

"Mereka diberikan materi untuk mempelajari strategi dan taktik penerbitan artikel ilmiah pada jurnal bereputasi dan terindeks, supaya memenuhi syarat bisa terbit atau dipublikasikan," jelasnya.

Seminar tersebut bekerjasama dengan Celt International Conference dan Celt Journal International Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

"Seminar ini khusus untuk meningkatkan kemampuan menulis jurnal yang memang sangat susah untuk diterbitkan," jelasnya.
Dr Ekawati Dukut MHum sebagai pemateri menjelaskan bahwa materi yang diberikan berupa cara agar jurnal yang ditulis oleh dosen Unima, khususnya dosen FBS Unima bisa diterbitkan dalam jurnal nasional atau internasional.

"Sebab menulis artikel yang diterbitkan dalam jurnal juga merupakan satu di antara syarat untuk pengurusan kenaikan pangkat ataupun mengejar gelar Professor lantaran nilainya harus sampai 800, dan penulisan jurnal termasuk poin tinggi, kalau nilai selama bertugas sebagai dosen sampai 800 baru bisa diusulkan untuk gelar Profesor, dan saya pikir itu impian semua dosen," jelasnya.

Sedangkan menurutnya banyak dosen di FBS yang membuat jurnal dengan penjelasan yang masih umum dan kurang fokus sehingga tidak bisa diterbitkan.

"Mereka belum fokus pada apa yang harus mereka teliti, masih dalam tataran deskriptif  belum sampai pada tataran metode apa yang akan digunakan, tabiasanyambalikan untuk dilakukan revisi," ujar Celt Journal Editor ini.

Ia menjelaskan, bahwa Dikti sekarang memiliki program SINTA Dikti dan disesuaikan wajib memasukkan jurnal di situ."Hingga saat ini hanya ada 14 jurnal  yang masuk dan diterbitkan, sehingga memang tulisan atau karya di Unima ini belum dikenal padahal ada ribuan dosen," ujar dia.

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help