TribunManado/

Takut Dituduh ISIS, Warga Stateless Filipina Serbu Kantor di Bitung

Perang antara tentara Filipina dan militan ISIS di Kota Marawi, selatan Filipina membuat khawatir ribuan warga stateless.

Takut Dituduh ISIS, Warga Stateless Filipina Serbu Kantor di Bitung
Pamboat Filipina 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Perang antara tentara Filipina dan militan ISIS di Kota Marawi, selatan Filipina membuat khawatir ribuan warga stateless asal Filipina yang bermukim di Kota Bitung.

Mereka menyerbu sejumlah kantor lurah untuk mendaftarkan nama. Padahal sebelumnya mereka tak mau dan kerap bersembunyi.

Sayangnya upaya beberapa di antara mereka tak mulus. Kantor Kelurahan Madidir Unet menolak mereka.
"Mereka beralasan pendataan sudah ditutup, padahal di kantor kelurahan lain dan Imigrasi masih buka," kata Glory Metia, Sekretaris di Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia jemaat Filadelfia Madidir pekan lalu. Dia sangat menyayangkan hal tersebut.

Menurut dia, penolakan itu bertentangan dengan anjuran Pemkot Bitung agar para stateless bersedia di data. "Ini tidak adil bagi mereka," ujar dia.

Ungkap Metia, para warga stateless ini adalah anggota jemaat mereka. Mereka sudah lama berdiam di Bitung, bersosialisasi serta kawin mawin dengan warga setempat. "Mereka ketakutan disebut teroris," kata dia.
Ketika ditolak, sejumlah warga stateless kecewa berat. Ada yang sampai menangis menggerung gerung. "Mereka tak mau dideportasi," kata dia.
Derita pada warga stateless ini rupanya menyebar.

Sejumlah kelurahan menyatakan siap mendata mereka. "Tapi kami tak mau melanggar aturan," kata dia.
Metia menyadari masih ada stigma buruk masyarakat terhadap para stateless ini. Ia menduga hal itu sebagai penyebab mereka ditolak.

"Namun kami jamin mereka hanyalah warga biasa, manusia ciptaan Tuhan yang butuh pertolongan kita semua," ujarnya.
Kepala Kelurahan Madidir Unet, Marcelino L Katuuk, membantah pihaknya menolak warga stateless yang ingin mendaftar.

"Tidak benar itu semua kami terima dari orang tua sampai anak," ujar dia.
Ia menyarankan, warga stateless agar didampingi RT saat mendaftar. "Ini untuk memastikan bahwa mereka benar berdomisili di situ," kata dia.

Kepala Discapilduk Bitung Efraim Lomboan membeber, data terakhir ada 1.492 warga stateless yang berhasil didata. Menurut dia, kemungkinan masih banyak warga yang belum terdata. *

STORY HIGHLIGHTS
* Penolakan warga stateless bertentangan dengan anjuran Pemkot Bitung agar mereka didata
* Kemungkinan masih banyak warga yang belum terdata

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help