TribunManado/

Pol PP dan Pedagang Bongkar 135 Lapak Liar di Pasar Kawangkoan

Puluhan lapak liar di Pasar Kawangkoan, Kabupaten Minahasa ditertibkan, Selasa (8/8/2017).

Pol PP dan Pedagang Bongkar 135 Lapak Liar di Pasar Kawangkoan
tribun manado
Seorang pedagang mulai mengangkat barang dagangan di lapak liar yang akan segera dibongkar di Pasar Kawangkoan, Selasa (8/8/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Puluhan lapak liar di Pasar Kawangkoan, Kabupaten Minahasa ditertibkan, Selasa (8/8).
Penertiban dilakukan pemilik dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Minahasa dan dikawal Kasat Pol PP AKBP David Lembang, Camat Kawangkoan Meike Rantung, patugas Polsek Kawangkoan, Dinas Perdagangan, termasuk kepala pasar.

Ada warga yang sudah membongkar lapak mereka sendiri, namun ada pula yang menunggu lapak dibongkar oleh Satpol PP Minahasa.

Lapak yang dibersihkan yaitu lapak yang dibangun menggunakan badan jalan, ataupun lapak yang dibangun menggunakan trotoar.

Penertiban terlihat aman bahkan pedagang dengan sukarela mengeluarkan dagangan mereka bahkan ada yang ikut membongkar lapak yang mereka tempati.

Peralatan yang digunakan juga cukup sederhana semisal linggis, palu dan kayu. Terlihat juga penertiban dijaga oleh anggota Satpol PP yang lain.

Bahkan ada warga yang mendukung pembongkaran lapak liar tersebut. "Kami warga di sini sangat senang dibongkar lapak ini, karena sudah setahun lebih kami terisolir, kalau bikin ibadah susah tempat parkir mobil," kata Andri Tumbelaka, pemilik rumah.

Dia mengatakan, sudah sempat menyampaikan keluhan tersebut ke anggota DPRD Minahasa akhirnya bisa terealisasi dengan baik.

Decky Walalangi pedagang sepatu mengatakan, pembongkaran itu wajar saja dilakukan lantaran harus mendukung program pemerintah.
"Kami diberikan kesempatan untuk bongkar sendiri, sudah diberitahukan tiga kali juga, kami harus tahu diri," jelasnya.

Namun, menurutnya, pemerintah juga seharusnya memperhatikan pedagang di situ dengan memberikan fasilitas berupa lapak yang memadai.
"Harga lapak tidak sesuai, masa bangunan seperti itu tapi kami diminta bayar Rp 12 juta sementara ini lahan pemerintah," jelasnya.

Seorang ibu berjalan di dekat lapak yang dibongkar di Pasar Kawangkoan, Selasa (8/8/2017).
Seorang ibu berjalan di dekat lapak yang dibongkar di Pasar Kawangkoan, Selasa (8/8/2017). (tribun manado)

Selain itu, ruangan untuk berdagang juga sempit sehingga pedagang tidak leluasa untuk berdagang. "Bagaimana mau masuk sementara ruangannya sempit sekali dan harganya mahal," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help