TribunManado/

Eks Warga Negara Filipina di Bitung Kerap Bersembunyi, Ini Penyebabnya

Pertempuran di Marawi antara tentara Filipina dan militan ISIS rupanya membuat khawatir ribuan warga stateless (tak bernegara) asal Filipina

Eks Warga Negara Filipina di Bitung Kerap Bersembunyi, Ini Penyebabnya
tribun manado/handhika dawangi
TANPA IZIN - Sebanyak 10 anak buah kapal, empat di antaranya warga Filipina, diamankan Polres Bolmong, Kamis (28/1/2016). Mereka tidak memiliki izin saat mencari ikan di perairan Boltim. Polisi juga mengamankan empat mesin. foto ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Pertempuran di Marawi antara tentara Filipina dan militan ISIS rupanya membuat khawatir ribuan warga stateless (tak bernegara) asal Filipina yang bermukim di Bitung.

Mereka menyerbu sejumlah kantor  Lurah untuk mendaftarkan nama.

Sebelumnya kerap bersembunyi. Sayangnya upaya beberapa diantara mereka tak mulus, kantor Kelurahan Madidir Unet menolak mereka.

"Mereka beralasan pendataan sudah ditutup, padahal di kantor kelurahan lain dan imigrasi masih buka,"
kata Glory Metia, Sekretaris di Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia jemaat Filadelfia Madidir pekan lalu. Dia sangat menyayangkan hal tersebut.

Menurut dia, penolakan itu bertentangan dengan anjuran Pemko Bitung agar para stateless bersedia didata.
"Ini tidak adil bagi mereka," ujar dia.

Ungkap Metia, para warga statelesa ini adalah anggota jemaat mereka. Mereka sudah lama berdiam di Bitung, bersosialisasi serta kawin mawin dengan warga setempat. "Mereka ketakutan disebut teroris," kata dia.

Ketika ditolak, sejumlah warga stateless kecewa berat.  Ada yang sampai menangis menggerung gerung.

"Mereka tak mau dideportasi," kata dia. Derita pada warga stateless ini rupanya menyebar. Sejumlah kelurahan menyatakan siap mendata mereka.

"Tapi kami tak mau melanggar aturan," kata dia. Metia menyadari masih ada stigma buruk masyarakat terhadap para stateless ini. Ia menduga hal itu sebagai penyebab mereka ditolak.

"Namun kami jamin mereka hanyalah warga biasa, manusia ciptaan Tuhan yang butuh pertolongan kita semua," ujarnya.
Kepala Kelurahan Madidir Unet, Marcelino L Katuuk, membantah pihaknya menolak warga stateless yang ingin mendaftar.

"Tidak benar itu semua kami terima dari orang tua sampai anak anak," ujar dia. Ia menyarankan, warga stateless agar didampingi RT saat mendaftar.

"Ini untuk memastikan bahwa mereka benar benar berdomisili disitu," kata dia. Kepala Discapilduk Bitung Efraim Lomboan membeber, data terakhir ada 1.492 warga stateless yang berhasil didata. Menurut dia, kemungkinan masih banyak warga yang belum terdata. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help