TribunManado/

Untuk Menjadi Juara Panjat Tebing, Putra Bolsel Ini Harus Latihan di Pantai

Untuk mewujudkan cita - cita tentu harus berusaha keras, baik itu lewat latihan maupun belajar

Untuk Menjadi Juara Panjat Tebing, Putra Bolsel Ini Harus Latihan di Pantai
FELIX TENDEKEN
Mohamad Risky Efendy 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Untuk mewujudkan cita - cita tentu harus berusaha keras, baik itu lewat latihan maupun belajar. Inilah yang dilakukan oleh Mohamad Risky Efendy putra Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) juara dua lomba panjat tebing kelompok umur 19 tahun di ajang Bolmut Open Climbing Competition 2017, Senin (7/8).

Ditemui di salah satu rumah makan di Desa Pintadia, peraih medali perak ini mengatakan apa yang didapatkan adalah buah kerja keras selama ini.

"Keberhasilan saya adalah doa ibu dan ayah selama ini," kata Risky yang tercatat sebagai warga Desa Sondana.

Anak ke dua dari tiga bersaudara ini, mengaku selama ini dilatih oleh atlet panjat tebing lokal di kantor Sekretariat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bolsel.

Latihan tersebut dilakukan secara rutin sesuai dengan arahan sang pelatih Apri Rauf. Bahkan sesekali ia harus berlari di bibir pantai untuk memperkuat otot kaki.

"Saya tertarik untuk ikut lomba ini saat melihat para atlet pemanjat tebing beraksi di Festival Teluk Tomini (FTT)," kata Risky.

Dibalik itu ia berharap pengurus cabang FPTI Bolsel, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dispora), serta Koni bisa memfasiltasinya dengan dinding panjat standar nasional.

"Harapannya bisa dianggarkan tahun mendatang, biar kami tidak kesulitan," kata siswa kelas dua SMP Negeri 1 Bolaang Uki.

Sementara itu Apri Rauf pelatihnya mengatakan dia sudah melihat bakat terpendam Risky sejak awal mengikuti pelatihan.

Halaman
12
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help