TribunManado/

Bau Busuk Dari lubang Itu Ternyata Mayat yang Tergantung

Almarhum Mocthar Mustafa (48) warga Kelurahan Molinow Kecamatan Kotamobagu Barat dikenal sosok pekerja keras dan tulang punggung keluarga.

Bau Busuk Dari lubang Itu Ternyata Mayat yang Tergantung
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU - Almarhum Mocthar Mustafa (48) warga Kelurahan Molinow Kecamatan Kotamobagu Barat dikenal sosok pekerja keras dan tulang punggung keluarga.

"Dia orang rajin bekerja, kami keluarga tak menyangka peristiwa terjadi seperti ini. Kami sekeluarga sangat terpukul dengan kejadian ini," ujar seorang anggota keluarga saat bercakap-cakap dengan Tribun Manado di rumah duka, Senin (7/8).

Keluarga yang tak mau membeberkan identitas saat cakap-cakap dengan Tribun Manado, mengatakan hingga sesaat sebelum korban ditemukan seluruh keluarga memanjatkan doa.

Sementara itu dari keterangan yang disampaikan saksi mata Risnawan Dundo (25) saat memberikan keterangan di Mapolsek Lolayan, jasad korban sebelum ditemukan dicari selama 10 hari dan ditemukan di lubang galian emas di lokasi tambang rakyat Desa Tanoyan Kecamatan Lolayan pada hari Minggu (6/8) sore. "Sudah tidak dipakai lagi lobang itu," kata Dundo.

Lanjutnya, dalam proses pencarian ikut dilakukan hingga masuk kedalam lubang tambang yang tak berfungsi lagi. Dundo yang juga masih berkeluarga dengan korban saat mencari di lokasi itu, mengaku awalnya mengaku mencium bau tak sedap atau bau busuk dari dalam lubang. Lalu mendekat dan melihat ke dalam lubang ada sesosok tubuh manusia yang tergantung,

"Saya mengira bau bangkai itu adalah hewan, setelah dicek kedalam lubang melihat sosok orang yang tergantung, ternyata itu adalah jasad keluarga yang dicari," paparnya. Setelah menemukan korban, saksi keluar lalu sampaikan kepada teman yang melakukan pencarian sekitar 10 orang.

Kemudian melaporkan ke Polsek Lolayan dan bersama personil Polsek langsung terjen ke TKP. Terpisah Kapolsek Lolayan AKP Sudarjo Harjo didampingi Kanit reskrim Aiptu Fadly Pampaile menambahkan korban berstatus orang hilang. Pihak keluarga melakukan pelaporan ke Polsek terhitung sejak tanggal (27/7).

"Setelah menemukan, kami melakukan olah TKP terlebih dahulu baru setelah itu melakukan evakuasi menggunakan kantong mayat," jelas kapolsek. Korban yang berprofesi sebagai penambang begitu ditemukan petugas, harus melakukan olah tempat kejadian perkajar (TKP) yang lakukan selama dua jam.

"Sempat juga dilakukan visum oleh dokter di rumah sakit Kotamobagu dan dari visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," kata dia.

Jenasah saat ditemukan pada hari Minggu langsung dikuburkan saat itu juga jam 11.00 wita. "Hasil olah TKP awal dibagian telinga korban, ditemukan senter atau penerang yang khusus dipakai saat menambang.

"Diduga korban saat turun ke lokasi gantung diri menggunakan senter itu untuk penerang karena kondisi dalam lobang gelap," pungkasnya.(crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help