TribunManado/

Ada yang Masih Gunakan Pupuk Pestisida di Boltim

Petani Bolaang Mongondow Timur masih mengunakan pestisida dalam melaksanakan pertanian.

Ada yang Masih Gunakan Pupuk Pestisida di Boltim
NET
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN- Petani Bolaang Mongondow Timur masih mengunakan pestisida dalam melaksanakan pertanian.

"Memang banyak petani yang masih mengunakan pestisida untuk meningkatkan hasil pertanian lebih baik," ujar Kepala Bidang Keamana Pangan Julian Nayoan, Senin (7/8).

Kata dia, pestisida sering dipakai petani untuk tanaman sayur dan buah, namun masih dalan ambang wajar di daerah pertanian meliputi Kecamatan Modayag dan Mooat.

Lanjutnya, ada juga petani sudah memakai pupuk organik. Namun masih sedikit jumlah, karena ketersedian masih kurang.

Menurut Julian, pestisida digunakan petani untuk menyemprot hama atau sebelum panen, agar tahan lama jika akan didistribusikan.

Kadis Pangan Ramlan Ngiu mengatakan kedepan dinas telah berupaya untuk mengembangkan tanaman pekarangan rumah, dengan memberikan bibit secara gratis kepada kelompok tani wanita.

"Ini cara untuk melatih petani mengembangkan tanaman tanpa mengunakan pestisida,"ujar Ramlan Ngiu.

Tambahnya, dinas akan selalu melakukan pengawasan terhadap cemar fisik seperti kuku, rambut dan batu-batuan. Cemar Biologi berupa bakteri serta Kimia seperti biologi, bakteri pestisida, boraks, pemanis buatan dan lainnya.

Sementara Noredi Idris, sangadi Liberia Kecamatan Modayag mengatakan hampir 85 persen masyarakat di sini bekerja sebagai petani. Jumlah penduduk 282 kepala keluarga.

Kata dia, tiga tahun lalu masyarakat di sini masih mengunakan pestisida. Namun akhir ini sudah banyak yang beralih ke organik.

"Sudah ada penyaluran dari dinas pertanian. Setiap 1 bulan masuk ke warung tani hampir 3 ton," ujar Noredi Idris.

Tambahnya, akan terus berupaya, agar ke depan petani sudah tidak mengunakan pestisida lagi. (Ven).

Penulis: Vendi Lera
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help