TribunManado/

Petty Paputungan Terus Genggam Piala Adipura: Ini Hasil Suar Lelah Kami"

Teriakan warga terdengar ketika arak-arakkan puluhan kendaraan roda empat dan dua melintas.

Petty Paputungan Terus Genggam Piala Adipura: Ini Hasil Suar Lelah Kami
CHRISTIAN WAYONGKERE
Petty Paputungan, terus memegang piala itu sambil lemparkan senyum sepanjang jalan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU-Teriakan warga terdengar ketika arak-arakkan puluhan kendaraan roda empat dan dua melintas.

Bunyi sirine juga terdengar di balik arak-arak anugerah Adipura yang di arak keliling Kota Kotamobagu oleh Tatong Bara sang walikota bersama para pejabat dan pihak terkait lainnya.

Namun ada pemandangan berbeda nampak saat arak-arakkan Anugerah Adipura pekan lalu. Diatas kendaraan roda empat warna merah, bukan walikota Kotamobagu Tatong Bara yang memegang Piala itu melainkan seorang wanita berkacama hitam menggenakan seragam serba orange.

Dia adalah penyapu jalan bernama Petty Paputungan, terus memegang piala itu sambil lemparkan senyum sepanjang jalan.

"Senang dan bangga bisa pegang Piala Adipura. Ini baru pertama kalinya saya rasakan," kata Petty kepada Tribun Manado.

Petty menjelaskan meraih anugerah paling bergengsi di bidang lingkungan, khususnya untuk kota Kecil meraih Adipura Buana berkat kerja keras semua petugas kebersihan yang dijuluki pasukan Orange dan semua pihak termasuk masyarakat serta pemerintah.

"Ini hasil suar lelah kami membersihkan sampah di Kota Kotamobagu," tambah petugas sampah yang sudah bekerja sejak era walikota Djelantik Mokodompit.

Sembilan tahun sudah dia tekuni profesi ini. Setiap hari bertugas di Kantor Dinas Lingkungan Hidup, sering berhadapan dengan sampah membandel yaitu dedaunan kering yang muncul terus menerus meski sudah di sapu datang lagi.

"Dengan hasil ini akan semangat lagi bekerja membersihkan kota hingga kembali mendapat Piala Adipura lagi tahun depan," pungkasnya.

Ali Manoppo tukang sapuh jalan lainnya yang berada diatas kendaraan arak-arakkan anugerah adipura mengaku sudah tak kaget lagi dengan Piala itu. "Tahun lalu saya yang pegang saat berkeliling kota," aku Ali.

Lanjut pria yang keseharian bertugas di kantor Dinas Kesehatan Kelurahan Poyowa besar, sudah 20 tahun berkarir sebagai tukas sapu sejak masih Bupati Bolaang Mongondow Marlina Moha Siahaan (MMS) merasa senang dan gembira raih Piala Adipura.

"Jadi selama 20 tahun sebagai tukang sampah, mampu membagi waktu mengurus keluarga dan bekerja. Keluar subuh, baru antar anak sekolah, kemudian menyempat untuk menarik bentor baru kerja lagi sebagai tukang sapu jalan," urainya.

Meski sudah meraih Adipura, Ali tetap bertekad untuk terus menjaga kebersihan di Kotamobagu dari serangan berbagai jenis sampah.(christianwayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help