TribunManado/

Kisah Pemburu Buaya di Bolsel, Ternyata Dilatarbelakangi Peristiwa ini

"Rasa takut mati saya waktu itu telah hilang, rasanya saya ingin memburu seluruh buaya yang hidup di Desa Dumagin B,"

Kisah Pemburu Buaya di Bolsel, Ternyata Dilatarbelakangi Peristiwa ini
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Salam Simbala, Sang Pemburu Buaya Asal Desa Dumagin, Bolsel. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Banyak hal yang bisa mengubah kehidupan seseorang secara drastis.

Itulah yang terjadi dalam kehidupan seorang Salam Simbala (64) warga Desa Dumagin B, setelah kehilangan anak yang diserang buaya pada 2009 silam.

Rasa trauma dan dendam tersebut terbenam di dalam hati Simbala yang terkenal dengan sebutan 'Sang Penakluk Buaya'.

Simbala yang ditemui di rumahnya, Sabtu (5/8/2017) menceritakan awal perburuan tersebut dilakukan setelah menemukan anaknya dalam kondisi tidak bernyawa penuh luka gigitan sang predator.

"Rasa takut mati saya waktu itu telah hilang, rasanya saya ingin memburu seluruh buaya yang hidup di Desa Dumagin B," kata pria berjanggut panjang ini.

Dendam kesumat itu membuat Simbala tak takut menghadapi sang pembawa kematian. Dengan modal nekat , ia menyisir semua lokasi yang diduga merupakan sarang pemangsa.

"Saya pernah menikam 50 ekor buaya namun lolos. Hanya 11 ekor tertangkap dengan modal tumbak dan tali," kata dia.

Simbala mengaku untuk menangkap hewan ini pergerakan harus cepat, sebab jika salah melangkah maka bisa jadi santapan buaya.

Hampir setiap hari ia menunggu buaya tersebut naik ke daratan untuk berjemur, kemudian menangkapnya seorang diri tanpa bantuan orang lain.

Halaman
123
Penulis: Felix Tendeken
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help