TribunManado/

Berkah Bongkar Muat di Pelabuhan Labuan Uki, Fajri Lobi Penanggungjawab Kapal Asing

Aktivitas di Pelabuhan Labuan Uki tak pernah sepi. Selalu ada aktivitas bongkar muat di pelabuhan yang berlokasi di Bolaang Mongondow.

Berkah Bongkar Muat di Pelabuhan Labuan Uki, Fajri Lobi Penanggungjawab Kapal Asing
FINNEKE WOLAJAN
Kapal yang bersandar di Pelabuhan Labuan Uki, pekan lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Aktivitas di Pelabuhan Labuan Uki tak pernah sepi. Selalu ada aktivitas bongkar muat di pelabuhan yang berlokasi di Bolaang Mongondow.

Pelabuhan ini memang bukan pelabuhan komersil. Pelabuhan ini hanya untuk aktivitas bongkar muat kapal pengangkut, baik kapal dari luar negeri, maupun dalam negeri. Seperti muatan kapur, semen, besi dan lainnya.

Setiap kapal bersandar, ada buruh yang siap membongkat muatan kapal, lalu mengangkutkan di mobil truck. Di Labuan Uki tercatat ada 100 buruh yang terbagi dalam empat koperasi.

Setiap kapal bersandar, akan ada satu koperasi yang terdiri dari 25 orang buruh yang akan membongkar muatan. Dari empat koperasi buruh ini, saling bergantian untuk membongkar muatan ini.

Fajri Buhohang (27), warga Labuan Uki, sering mendapat pengerjaan pembongkaran kapal. Ia sudah beberapa kali menggandeng koperasi untuk membongkar muatan kapal, baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

Bukan perkara yang mudah untuk melobi kapal agar mau memberikan pengerjaan padanya. Menurutnya, harus pintar-pintar melihat situasi di kapal. Selain itu juga, harus adu cepat dengan warga lainnya yang mau melobi kapal.

Fajri yang tak mahir berbahasa Inggris ini kadang harus bertemu dengan penanggungjawab kapal dari luar. Seperti Vietnam, Myanmar dan sejumlah kapal dari negara tetangga.

Ia mengaku terkendala bahasa, namun tak patah arang. Dalam berkomunikasi, ia lebih ke bahasa tubuh, bagaimana agar lawan bicaranya mengerti apa yang dia katakan.

"Kalau soal nilai, mereka umumnya mengerti. Sehingga ketika melobi nilai yang akan diberikan pada para pekerja, tak terlalu sulit," ujar Fajri, Minggu (6/7).

Fajri pun mengaku sering bergaul dengan pimpinan kapal, maupun ABKnya yang dari luar. Meski tak fasih berkomunikasi, mereka masih bisa bersenang-senang bersama.

"Paling ke kapal mereka, kami minum bir bersama. Kadang mereka juga minta bantuan saya belikan pulsa dan nomor Indoneasia. Menyenangkan, meski kendala di bahasa," ujar Fajri. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help