TribunManado/

"Saya Bodoh Gabung ISIS", Kisah Perempuan 19 Tahun Indonesia Tertipu Bawa 26 Keluarganya ke Suriah

Keluarga menjual rumah, mobil, emas dan mengumpulkan hampir Rp 500 juta untuk membiayai perjalanan mereka ke Turki kemudian Syiria.

AP
Nurshardrina Khairadhania saat diwawancarai AP. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua tahun lalu Nurshardrina Khairadhania masih berusia 17 tahun.

Meski usianya masih sangat muda, ia mampu meyakinkan keluarga besarnya menyambut mimpi yang ditawarkan teroris ISIS.

Nur, demikian sapaannya, berangkat menuju Raqqa, Suriah. Bersamanya ada ayah, ibu, nenek, saudara perempuan, paman, bibi, sepupu, dan keponakan. Jumlah mereka 26 orang.

Mereka menjual banyak harta benda, termasuk rumah, karena berharap akan mendapatkan kesejahteraan baru di tanah khilafah.

Nyatanya, kini Nur hanya tinggal di tenda pengungsian di Ain Issa, Raqqa. Pun mereka kini tidak bersama lagi.

Di pengungsian perempuan 19 tahun itu berada bersama ibunya, bibi, saudara perempuan, tiga sepupu perempuan, dan tiga keponakan.

Adapun nenek dan seorang pamannya sudah tewas dalam serangan udara tentara sekutu.

Sementara lima laki-laki anggota keluarga, termasuk sang ayah, kini berada dalam tahanan.

Mereka menjalani interogasi terkait hubungan mereka dengan ISIS, sementara para perempuan menunggu di tenda-tenda pengungsian yang panas.

Dalam wawancara dengan Associated Press (AP), seperti dilansir The Telegraph, Kamis (03/08/2017), Nur mengaku sangat ingin pulang ke kampung halaman di Jakarta bersama keluarga besarnya.

Halaman
1234
Penulis: maximus conterius
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help