TribunManado/

Naksir Rekan Kerja, Lanjutkan atau Lupakan?

Tak semua orang akan melanjutkan ketertarikan itu dalam sebuah penjajakan untuk menjadi kekasih.

Naksir Rekan Kerja, Lanjutkan atau Lupakan?
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Duduk berdekatan setiap hari di kubikel kantor dengan seseorang yang kita anggap menarik, nyambung saat ngobrol, dan lajang, bisa membuat kita salah tingkah dan akhirnya jatuh hati.

Tak semua orang akan melanjutkan ketertarikan itu dalam sebuah penjajakan untuk menjadi kekasih. Tapi, tak dipungkiri hampir setiap orang pasti pernah naksir atau setidaknya menggumi rekan kerjanya.

Mengubah hubungan profesionalitas menjadi romantis memang tidak mudah. Michele Kerulis, terapis dan pakar hubungan, mengatakan bahwa sebelum menjalin hubungan spesial dengan rekan kerja, jawab dulu 5 hal ini:

1. Hanya naksir biasa atau ada hubungan emosional?
Jika Anda sering bersamanya saat meeting, saling bekerja sama membuat presentasi, atau sering curhat masalah kantor, tak heran jika akhirnya berkembang rasa suka dengan rekan kerja.

"Sesama rekan kerja akan lebih mudah merasa saling terikat ketika mereka meihat rekan kerjanya berhasil mengerjakan sebuah tugas, terutama yang butuh skill tinggi," kata Kurelis.

Tetapi, cermati baik-baik. Jika Anda punya ketertarikan fisik, mungkin orang itu akan sering dipikirkan saat sedang bersama. Namun, menurut Kurelis jika saat terpisah pun Anda masih memikirkannya, kemungkinan sudah mulai ada hubungan emosional.

2. Apakah saya sungguh mengenalnya?
Meski si dia selalu berada dalam jangkauan mata, bukan berarti Anda sudah mengenalnya dengan benar. Namun, menurut Kurelis, karena kita bekerja sama dengannya maka Anda tahu benar bagaimana ia bersikap saat menghadapi tekanan, deadlines, dan juga tanggung jawab.

3. Bagaimana aturan kantor?
Anda perlu tahu benar bagaimana kondisi kantor dan aturan perusahaan tentang hubungan pribadi yang dilakukan dengan rekan sekerja. Banyak perusahaan yang melarang hubungan romantis di kantor, terutama antara atasan dan bawahan. Suami istri juga biasanya tidak boleh berada di perusahaan yang sama.

4. Adakah hambatan profesionalisme?
Jika berada dalam sebuah hubungan romantis akan memengaruhi Anda atau pasangan dalam mendapatkan respek di kantor, maka sebaiknya Anda berpikir ulang. Sebagian orang menilai hubungan asmara di kantor sebagai sesuatu yang negatif.

5. Bisakah membuat batasan?
Jika Anda dan dia memutuskan untuk pacaran, diskusikan tentang batasan yang perlu dipatuhi. Misalnya, meski setiap hari Anda berangkat dan pulang kantor bersama, tapi saat di kantor sebaiknya tidak menunjukkan kemesraan. Bicarakan pula batasan cemburu agar salah satu pihak tidak merasa sakit hati saat melihat pasangannya terlihat akrab dengan rekan kerja lain.

Editor: Rine_Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help