TribunManado/

Melancong ke Minahasa Tenggara, Jangan Lupa Beli Salak Pangu

Salak Pangu menjadi pilihan sebab harganya yang relatif murah. Selain itu, tidak mudah rusak atau busuk.

Melancong ke Minahasa Tenggara, Jangan Lupa Beli Salak Pangu - salak-pangu_20170804_212514.jpg
tribun manado
Pedagang salak di Desa Pangu, Minahasa Tenggara.
Melancong ke Minahasa Tenggara, Jangan Lupa Beli Salak Pangu - salak-pangu_20170804_212615.jpg
tribun manado
Salak Pangu bentuknya besar dan tidak mudah busuk.
Melancong ke Minahasa Tenggara, Jangan Lupa Beli Salak Pangu - salak-pangu_20170804_212741.jpg
tribun manado
Perkebunan salak di Desa Pangu.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Oleh-oleh khas bisa menjadi bukti bahwa Anda sungguh-sungguh mengunjungi suatu daerah.

Berkunjung ke Minahasa Tenggara, oleh-oleh favorit yang sering dibawa oleh para pelancong adalah salak.

Butuh waktu sekitar tiga jam perjalanan dari Manado untuk sampai ke Mitra.

Sebelum jauh mencapai ibu kota kabupaten di Ratahan, para pelancong disambut oleh para pedagang salak dan aneka olahannya di Desa Pangu.

Pun sebelum meninggalkan Mitra, para wisatawan juga sering singgah untuk menjadikannya oleh- oleh.

Pangu seakan identik dengan salak. Pasalnya, di desa ini pengunjung bisa menemukan salak di mana saja, di tepi jalan raya, rumah warga, dalam lorong, bahkan di depan perkebunan.

Salak di desa ini tidak hanya berbentuk buah tapi juga sudah diolah dalam wujud produk berbagai macam.

Ada yang dijadikan dodol, bahkan ada yang disajikan sebagai minuman kopi.

Salak Pangu terkenal karena rasanya. Perpaduan asam dan manis menjadi ciri khas salak Pangu.

Tak heran para pelancong sering singgah di desa itu untuk membeli salak.

Halaman
12
Penulis: Valdy Suak
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help