TribunManado/

Angin Selatan Bertiup Kencang, Nelayan Paret jadi Buruh Bangunan.

"Kami tak bisa melaut karena hampir tiga hari angin dan gelombang di laut kencang, maka untuk sementara mencari pekerjaan lain,"

Angin Selatan Bertiup Kencang, Nelayan Paret jadi Buruh Bangunan.
Tribun Manado
ILUSTRASI NELAYAN 

Laporan Wartawan Tribun Manado Vendi Lera

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Sebanyak 50 nelayan di Desa Paret Timur, dusun III, beralih profesi menjadi buruh bangunan.

"Kami tak bisa melaut karena hampir tiga hari angin dan gelombang di laut kencang, maka untuk sementara mencari pekerjaan lain," ujar Soleman Kantor (47), Kamis (3/8/2017).

Kata dia, angin selatan bertiup sangat mempengaruhi hasil tangkapan nelayan. Apalagi resiko yang dihadapi gelombang besar dan angin keras.

"Saya kalau musim angin selatan takut melaut karena kami nelayan kecil tak memiliki alat lengkap, apalagi perahu hanya tripleks. Ombak besar, pasti terbelah menjadi dua bagian," kata dia.

Kepala Dusun III Mabrur Lahunduitang (47) mengatakan, hampir sebagian besar nelayan bekerja di  proyek drainase di Motongkad.

"Memang sunyi, biasanya ramai dengan nelayan. Gelombang dan angin sudah beberapa hari ini kencang, jadi nelayan memilih parkir perahu," ujarnya

Kata dia, jumlah kepala keluarga di dusun III 80 KK, yang berprofesi nelayan 50 KK. Sisanya bekerja sebagai tani, buruh bangunan dan lainnya.

Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan Nasarudin Paputungan mengatakan, pihaknya sudah mengimbau nelayan agar tak melaut saat angin bertiup kencang.

"Setiap kali pertemuan, saya selalu sentil, jangan melaut jika cuaca tak baik," ujar Nasarudin.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help