TribunManado/

Krisis Air Bersih di Desa Jiko, Soleman Gunakan Air Hujan untuk Keperluan Sehari-hari

Warga Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) alami krisis air bersih.

Krisis Air Bersih di Desa Jiko, Soleman Gunakan Air Hujan untuk Keperluan Sehari-hari
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Soleman warga Desa Jiko, Boltim, sedang mengambil air di tong penampung untuk memasak, Rabu (2/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Vendi Lera

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Warga Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) alami krisis air bersih. Warga harus memanfaatkan air hujan untuk memasak, mencuci pakaian bahkan minum.

"Saya hampir 17 tahun tinggal di sini. saya pakai air hujan untuk kebutuhan tiap hari mulai dari minum sampai mandi," ujar Soleman Salageti (75) warga Desa Jiko pada Rabu (2/8/2017).

Kata dia, sulitnya mendapat air bersih membuat warga terpaksa harus mempergunakan air hujan untuk keperluan tiap hari.

Pemerintah setempat sudah menyediakan bak penampungan air. Tetapi airnya keruh dan kandungan kapurnya tinggi. Ditambah lagi, posisi bak air berada di bawah, sehingga air sulit mengalir ke rumah warga.

"Posisi rumah saya berada di atas gunung," ujar dia.

Dia menggunakan pipa untuk mengalirkan air hujan dari atap ke tong besar. Dalam tong tersebut diletakkan kain putih untuk menyaring kotoran. Jika musin kemarau berkepanjangan terpaksa harus membeli air dalam kemasan di warung.

"Teknik menampung air hujan di dapat dari orang Filipina," ungkapnya.

Menurut dia, konsumsi air hujan tidak ada efek negatig bagi kesehatan tubuhnya, malahan tubuh lebih sehat. 

Rojer Manambing (31) warga Desa Jiko mengatakan, keluarganya menggunakan air hujan untuk memasak. 

"Kalau air gelon kan baru, jadi warga sudah mulai mengkomsumsinya. Tetapi ada yang masih minum air hujan," ungkapnya.

Kepala Dusun Satu Desa Jiko Induk Terry Bawotong mengatakan, pemerintah desa terus berupaya akan membantu warga yang kesulitan air bersih dengan menyediakan bak penampungan air.

"Yah waktu lalu air hujan digunakan untuk minum serta kegiatan lainnya, akan tetapi setelah adanya air gelon (kemasan), sebagian besar sudah beralih. Paling tinggal satu atau dua keluarga," terangnya.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help