Kisah Pantai Kahona di Lembeh Selatan Warga Pasir Panjang Bentuk Tim Antisipasi Pungli

Sejak ditemukan dan menjadi perbincangan di media sosial, pantai Kahona semakin banyak pengunjung.

Kisah Pantai Kahona di Lembeh Selatan Warga Pasir Panjang Bentuk Tim Antisipasi Pungli
ARTHUR ROMPIS
Pantai Kahona 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Sejak ditemukan dan menjadi perbincangan di media sosial, pantai Kahona semakin banyak pengunjung.

PADA satu kesempatan beberapa anak buah kapal (ABK) kesasar di Pulau Lembeh. Namun keberuntungan menyapa mereka melalui satu pantai asing nan eksotik dengan deretan karang halus berwarna putih dan pohon mangrove.
Pantai itu mereka temukan dan kebingungan pun berganti sukacita.

Kegiatan turis pertama di pantai ini pun berlangsung. Entah mereka yang menamakannya atau orang lain, pantai itu dinamakan Kahona. Dan langsung terkenal lewat media sosial (medsos). Itulah salah satu versi kisah pantai Kahona.

Pantai itu sendiri anehnya tak diketahui warga sekitar yang bermukim di Kelurahan Pasir Panjang, Lembeh Selatan."Kami sebelumnya tak tahu pantai itu," kata Filipus Slamet, Ketua Kelompok Pengelola sumber daya pesisir yang mengelola pantai itu. Filipus punya versi terciptanya pantai itu.

Menurut dia, karang kecil yang bertebaran di pantai itu tercipta dari sebuah pulau kecil tak jauh dari Pulau Lembeh yang terhantam tsunami beberapa tahun lalu.

Pulau itu pecah lantas menjadi karang kecil yang kemudian terbawa arus menuju pantai ini."Itu tsunami yang melanda Jepang beberapa tahun lalu," kata dia.

Sebut Filipus, sebaran karang halus di pantai adalah daya tarik utama pantai itu. Ditambah dengan mangrove di pesisir pantai, Kahona adalah pantai yang eksotik, langka sekaligus unik."Pemandangannya juga bagus, airnya dalam cocok untuk mandi," kata dia.

Amatan Tribun, karang halus berwarna putih bertebaran di pesisir pantai itu. Sejumlah pondok berdiri di tengah‑tengahnya. Dari pondok itu nampak laut biru serta gulungan ombak putih. Tak jauh dari pesisir nampak deretan pohon mangrove.

Menyusurinya melalui jembatan dari kayu yang berkelok-kelok.

Sejak 2014, pantai ini menjadi objek wisata. Semenjak itu kehidupan warga Kelurahan pesisir panjang berubah.
"Kami jadi mendadak wisata, dibentuk kelompok wisata di bawah bimbingan LSM dari italia CCDIFAD melalui Dinas Kelautan Bitung," kata warga lainnya, Jus Bawae.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help