TribunManado/

Berikut Lima Pemahaman Tentang Luar Angkasa, Selama Ini Ada yang Keliru

Kalau kita bicara tentang luar angkasa, Indonesia memang masih jauh tertinggal dibanding negara-negara lain.

Berikut Lima Pemahaman Tentang Luar Angkasa, Selama Ini Ada yang Keliru
Twitter/Astro_Wheels
Astronot AS Edgar Mitchell, manusia keenam yang pernah mendarat di bulan, 1971. 

TRIBUNMANADO.CO.ID– Kalau kita bicara tentang luar angkasa, Indonesia memang masih jauh tertinggal dibanding negara-negara lain.

Meskipun di tahun 80’an, Indonesia hampir menorehkan sejarah dengan mengirimkan dua astronot.

Sayangnya terjadi kecelakaan pesawat ulang alik Challenger yang akhirnya membatalkan penerbangan astronot Indonesia ini.

Agar tidak semakin jauh tertinggal, Indonesia harus banyak mengejar ketertinggalan terkait pengetahuan terhadap luar angkasa.

Hal tersebut bisa dimulai dengan mengetahui 5 hal tentang luar angkasa yang orang seringkali salah paham.

1. Planet paling panas di tata surya

Merkurius planet terpanas di tata surya?
Matahari adalah sumber kehidupan manusia, di mana energi yang dihasilkannya dapat kita rasakan di Bumi dalam bentuk panas sinar matahari.

Karena panasnya sinar matahari, maka orang akan berasumsi bahwa semakin dekat ke Matahari, maka akan terasa semakin panas pula.

Memang Matahari memiliki permukaan yang bisa mencapai panas 5.510 derajat Celcius (5.780 Kelvin) sampai dengan 15 juta derajat Celcius.

Sehingga maka tak heran kalau orang menganggap planet yang terdekat dengan Matahari yaitu Merkurius adalah planet yang terpanas di tata surya kita.

Namun, ternyata bukan Merkurius yang merupakan planet terpanas.

Halaman
1234
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help