TribunManado/

Terkait Hasil Analisis Transaksi Keuangan, Ketua PPATK : Bisa Rekom ke KPK, Polisi dan Jaksa

PPATK adalah finansial intelijen unit, sebagai intilijen PPATK tidak bisa bicara terbuka.

Terkait Hasil Analisis Transaksi Keuangan, Ketua PPATK : Bisa Rekom ke KPK, Polisi dan Jaksa
TRIBUNMANADO/DAVID KUSUMA
Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan Kiagus Rahmat Badaruddin mengunjungi kantor Tribun Manado pada Jumat (28/7/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.DI, MANADO - Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Rahmat Badaruddin menjelaskan, PPATK adalah finansial intelijen unit, sebagai intilijen PPATK tidak bisa bicara terbuka.

"Jadi kalau ditanya wartawan kayak makan ngak kenyang. Saya bicara hati-hati sekali," katanya, Jumat (28/7/2017).

Sebab itu harus ada saling pemahaman."Kami bisa menjawab misalnya PPATK menelusuri sesuai batas kewenangan, kami bukan penyidik. Hasil analisis kami sampaikan ke aparat penegak hukum. Kalau itu kita tidak melanggar," kata dia.

Mau melakukan penegakan hukum tidak bisa masuk sembarangan. Padahal dibutuhkan 2 alat bukti, satu di antaranya transaksi.

"Nah sekarang jembatannya itu ada PPATK. Penegak hukum datang ke PPATK, minta transaksi orang dicurigai. Di situ kami punya kewenangan, melihat transaksi mencurigakan," kata dia.

Nantinya, PPATK mengutarakan hasil analisis, hasil pemeriksaan, informasi, rekomendasi. Hasil analisis dan hasil pemeriksaan khusus untuk aparat hukum.

"Umumnya ke KPK, Polisi, Jaksa," sebut dia.

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help