TribunManado/
Home »

Opini

Ini Baru Cerdas! Cara Belajar Siswa SDH Holland Village Manado Jempol Banget

Sebuah teknik belajar yang tak melulu pelototin guru dan buku, tapi siswa-siswi diberi kesempatan emas seperti ini.

Ini Baru Cerdas! Cara Belajar Siswa SDH Holland Village Manado Jempol Banget
TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL
Foto bersama siswa-siswi kelas 10 Sekolah Dian Harapan Holland Village Manado, usai talk show membahas tentang Profesi dan Dunia Kerja, Rabu (26/7/2017). Sekolah ini menerapkan metode belajar cerdas, dimana para siswanya bukan hanya belajar di kelas bersama guru dilengkapi literatur pendukung, tetapi boleh mendengar dan berinteraksi dengan mereka yang terkait langsung dengan tema pelajaran yang sedang mereka pelajari. (TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL) 

Tulisan Wartawan Tribun Manado, Fransiska Noel

"Ini baru cerdas! Tiga kata yang terngiang dalam pikiranku tatkala ditawari untuk berbagi pengalaman jurnalistik dengan siswa-siswi kelas 10 Sekolah Dian Harapan Holland Village Manado."

Sebuah teknik belajar yang tak melulu pelototin guru dan buku, tapi siswa-siswi diberi kesempatan bertatap muka dengan pembicara yang berkaitan langsung dengan suatu tema pelajaran yang sedang mereka pelajari.

Kebetulan Rabu pagi (26/7/2017), merupakan jadwal mereka belajar tentang 'Profesi dan Dunia Kerja'.

Dua pembicara dengan latar belakang profesi dan pendidikan berbeda hadir dalam tatap muka kali ini. Saya sendiri seorang jurnalis, dan seorang lagi yang lain, mahasiswa  Kedokteran semester lima.

Kalau zaman dulu, belajar di kelas cukup ada guru, buku, dan sejumlah referensi pendukung, siswa-siswi ini beruntung karena mereka bisa mendengar langsung dari yang sementara atau yang sudah menyelesaikan studi di sejumlah jenjang pendidikan dan yang mulai bergelut dengan dunia kerja.

"Bagaimana dunia kerja seorang jurnalis itu? Apa bedanya dengan saat masih sekolah? Pengalaman unik apa yang pernah dialami saat menjalani profesi sebagai seorang jurnalis? Bagaimana caranya seorang jika ingin jadi jurnalis? Bagaimana agar bisa survive menjalani profesi ini?" kira-kira itu beberapa pertanyan yang perlu saya jawab dan bagikan pengalamannya dengan siswa-siswi ini.

Serius tapi santai, saya bisa lihat dengan jelas mereka mendengar dengan penuh antusias. Sesuatu yang pasti akan berbeda jika mereka hanya ingin mengetahuinya melalui referensi atau penjelasan guru di depan kelas.

Saya tak menyia-nyiakan kesempatan ini, bercerita tentang pengalaman liputan investigasi membongkar 'Praktik Aborsi Puluhan Tahun di Sulut' enam tahun silam.

"Untuk bongkar praktik aborsi, saya harus menyamar jadi pasien yang ingin aborsi!" ujarku disambut wajah serius dan tegang para siswa.

Halaman
12
Penulis: Fransiska_Noel
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help