Kasus Bullying di Universitas Gunadarma, Ini Tanggapan Virgie Baker

Peristiwa bullying menjadi pengingat bahwa banyak yang harus terus diperbaiki dalam sistem pendidikan dan sosial bangsa Indonesia.

Kasus Bullying di Universitas Gunadarma, Ini Tanggapan Virgie Baker
ISTIMEWA
Virgie Baker 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Virgie Baker Fungsionaris DPP partai Nasdem menilai kasus bullying yang terjadi di Universitas Gunadarma dan siswa SMP di Thamrin City beberapa waktu lalu bisa dianggap sebagai sebuah early warning system. 

Virgie Baker mengatakan masalah tersebut menjadi pengingat bahwa banyak yang harus terus diperbaiki dalam sistem pendidikan dan sosial bangsa Indonesia.

"Para pelaku bullying itu bisa terjadi karena banyak latar belakang. Kita bisa mencek kehidupan sehari-hari mereka di rumah atau dari cara orang tua yang tanpa sadar mendidik anak yang cenderung bersifat bullying," kata Virgie Baker.

Menurutnya, sekolah formal lebih banyak mengedepankan prestasi siswa secara nilai pelajaran. Padahal pendidikan untuk membentuk pribadi yang memiliki empati, kepedulian sosial tidak kalah penting agar karakter yang terbentuk adalah anak yang bisa saling menghormati dan menghargai. 

"Nah dalam proses ini sekolah tidak boleh lepas tangan. Pihak sekolah harus aktif sehingga melakukan pemantauan atau pengamatan terhadap prilaku anak selama di sekolah," tambahnya.

Korwil Partai Nasdem Sulawesi ini menyampaikan, tindakan mengeluarkan siswa yang melakukan bullying dari sekolah atau kampus harusnya menjadi solusi terakhir.

Pelaku masih remaja yang perlu mendapatkan bimbingan dari sekolah dan lingkungan. Sebab dalam usia itu sedang mencari jati diri dan membutuhkan lebih banyak perhatian.

Pemerintah dan sekolah harus lebih aktif untuk menciptakan ruang-ruang ekspersi positif sehingga anak sekolah tidak menjadi agresif terhadap temannya.

"Kalau anak itu dikeluarkan dari sekolah dia mau ke mana? pasti orang tuanya akan kerepotan mencari sekolah baru karena latar belakang anaknya yang pernah melakukan tindakan negatif. Ini akan berpengaruh pada masa depan anak," jelasnya.

Dua video bullying menjadi viral dan mendapatkan respon dari netizen. Video mahasiswa autis yang dibully di Gunadarma dan siswi SMP di Thamrin city yang dipukul, dijambak lalu dipaksa mencium tangan bahkan kaki siswa lain.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved