TribunManado/

Salak Pangu Jadi Idola Warga Pelintas di Mitra

Saat siang hari puluhan kendaraan bergantian parkir di lapak sepanjang jalan Desa Pangu, Selasa, (18/07).

Salak Pangu Jadi Idola Warga Pelintas di Mitra
TRIBUNMANADO/VALDY VIERI SUAK
Pengendara tampak mampir di lapak pinggir jalan Desa Pangu, penumpang pun ikut terun dan membeli jajan, (15/07). 

Liputan Wartawan Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Saat siang hari puluhan kendaraan bergantian parkir di lapak sepanjang jalan Desa Pangu, Selasa, (18/07). Dalam lapak-lapak itu dipajang buah salak yang menjadi khas Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Selain salak ada juka aneka keripik, cemilan dan minuman berbagai merek.

Tempat itu menjadi persinggahan pengendara yang melintas, penumpang dan supir mampir untuk membeli aneka jajanan. Ada yang beli, ada juga yang mampir untuk buang air kecil.

Bagi pengendara yang melintasi jalur Utara trans Sulawesi pasti sudah mengenal tempat persinggahan ini. Dominan yang dibeli pun tak lain buah salak, baik untuk oleh-oleh ataupun sekedar cemilan untuk menghilangkan bosan dalam perjalanan.

Hasna Pakaya warga Gorontalo, mengaku sengaja mampir untuk beli salak. "Saya dari Bitung lewat sini, keluarga di Gorontalo pesan Salak jadi mampir," ungkapnya

Menurutnya tak ada tempat lain di Sulawesi Utara (Sulut) yang menjual salak rasanya khas. "Salak disini manis dan asin, jadi beda dengan salak lain," ungkapnya.

Paman Ato supir taxi gelap Bolaangmongondow Timur (Boltim) ke Manado, mengaku selalu berhenti di Pangu. "Supaya penumpang bisa beli jajan, atau ada yang mau turun buang air kecil sebelum perjalanan dilanjutkan," jelasnya.

Sementara itu Fenny salah satu pedagang mengaku, tak hanya siang hari sering malam hari juga banyak pembeli. "Bahkan ada yang sudah tengah malam panggil mau beli tapi kami sudah tidur. Biasanya kalau malam itu supir truk yang mampir," katanya.

Menurutnya, para pedagang di pinggir jalan tersebut sudah buka sejak subuh. "Tapi sering gantian jaga sama anggota keluarga yang lain," ungkapnya.

Terkait keuntungan yang didapat ia mengaku tidak terlalu banyak. "Ya sedikit saja, tapi untunglah. Kalau rugi tidak mungkin masih buka terus," akunya sembari senyum.

Ia mengaku lapak yang ia miliki sudah cukup lama. "Dari orangtua baru saya teruskan sampai sekarang, sudah ada sekitar 10 tahun. Yang beda sekarang lebih banyak jualan saja," akunya. (Val)

Penulis: Valdy Suak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help