TribunManado/

Ratusan Pohon Ganggu Jaringan Listrik di Mitra, PLN Mau Tebang? Bayar Dulu!

"Ada yang pemilik tak ijinkan pohonnya ditebang, ada juga yang tidak tahu pemiliknya dimana."

Ratusan Pohon Ganggu Jaringan Listrik di Mitra, PLN Mau Tebang? Bayar Dulu!
TRIBUNMANADO/DOK
Ilustrasi tebang pohon 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Sering terjadinya pemadaman listrik diklaim Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) disebabkan pohon yang mengganggu jaringan listrik.

Kepala PLN Rayon Ratahan Biner Simangunsong mengatakan bahwa hal tersebut masih menjadi kendala. "Sering kami yang disalahkan pelanggan jika terjadi pemadaman, padahal pehon yang menganggu jaringan listrik," ujarnya.

Menurutnya, PLN selalu melakukan penanganan, tapi untuk pencegahan seperti menebang pohon tidak sembarang dilakukan.

"Ada yang pemilik tak ijinkan pohonnya ditebang, ada juga yang tidak tahu pemiliknya dimana," jelasnya

Ia mengungkapkan pihaknya juga kahwatir jika menebang pohon tanpa ijin pemilik. "Nanti bisa kita dilaporkan dan berurusan dengan hukum. Itu yang kita hindari," bebernya.

Ia mengaku masih menunggu aturan tetap yang memperbolehkan PLN menebang pohon yang menganggu jaringan listrik. "Itu kalau sudah diatur dalam undang-undang, kita tak perlu takut menebang pohon," kata Biner.

Kata Simangunsong ada sekitar 100 pohon yang menganggu jaringan listrik di Mitra. "Baik itu di perkebunan sampai di pemukiman warga," katanya.

Lagi Simangunsong, jika warga tak ijinkan pohon ditebang maka potensi terjadinya pemadaman sangat besar. "Apalagi saat cuaca tidak baik, angin misalnya, pohon tumbang dan menimpa kabel, pasti listrik padam," ungkapnya.

Ia pun berharap agar warga yang memiliki pohon yang menganggu jaringan listrik, mengijinkan PLN untuk melakukan penebangan. "Ini juga untuk kenyamanan dan keselamatan masyarakat juga," ia mengatakan.

Jonly Warga Watuliney mengatakan, jika PLN melakukan penebangan harus ganti rugi. "Memang ada pohon kelapa saya dekat kabel listrik. Tapi kalau mau ditebang harus ada ganti rugi, soalnya kelapa itu masih sering dipanen," akunya.

Lanjutnya, tak akan mengijinkan pohon kelapanya ditebang sebelum ada ganti rugi. "Solusinya cuman satu, kalau mau ditebang ya harus ganti rugi," katanya.

Sementara itu Melki Posumah warga Liwutung mengatakan agar PLN lebih tegas dalam melakukan penanganan. "Kalau menganggu pelanggan lain tebang saja pohon yang menganggu," akunya.

Dia mengatakan, sebab yang rugi saat pemadaman bukan hanya warga yang memiliki pohon yang menggangu jaringan listrik. "Tapi semua pelanggan ikut merasakan dampaknya, jadi PLN harus tegas," tandasnya. (Val)

Penulis: Valdy Suak
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help