TribunManado/

Banyak Sampah Rumput Laut Terbawa Arus, Hasil Tangkapan Nelayan Bolsel Berkurang

"Ini adalah siklus tahunan setiap enam bulan sekali pasti terjadi. Puncaknya pada Agustus mendatang"

Banyak Sampah Rumput Laut Terbawa Arus, Hasil Tangkapan Nelayan Bolsel Berkurang
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Anak-anak nelayan membantu orangtua mereka memilah ikan dari sampah yang ikut terjaring di Pantai Sondana, Desa Pintadia, Bolsel. 

Liputan Wartawan Tribun Manado Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Cuaca ekstrim berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan ikan oleh nelayan di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

"Kami tersiksa dengan perubahan cuaca. Hasil tangkapan hampir tidak ada sama sekali. Kami hanya dapat sampah rumput laut tidak berharga," ujar Kadir Ahi (31) nelayan asal Desa Tolondadu Pante, pada Selasa (18/7/2017).

Kondisi tersebut nyaris dirasakan semua nelayan di Bolsel sejak awal Juni hingga pertengahan Juli 2017.

"Ini adalah siklus tahunan setiap enam bulan sekali pasti terjadi. Puncaknya pada Agustus mendatang" kata Kadir.

Soleman, nelayan asal Desa Pintadia,mengatakan rumput laut tersebut biasanya akan terbawa arus lau karena perubahan arus dan gelombang yang tinggi.

Kondisi ini akan menyulitkan seluruh nelayan yang mengandalkan hasil tangkapan menggunakan "soma dampar".

"Tidak bisa salahkan siapa-siapa karena ini faktor alam. Mau tidak mau harga ikan, kami naikkan," kata Soleman.

Amatan Tribun Manado, 'soma dampar' yang ditebar nelayan di pesisir Pantai Sondana, tak ada ikan, malah menjaring rumput yang dibawa gelombang laut.

Anak-anak nelayan pun ikut membantu orangtua mereka memilah ikan dari sampah laut.

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help