TribunManado/

Kantor BNN Sulut Dibobol Maling, Satu Unit Laptop Berisi Data Penting Lenyap 

Kasus pencurian kembali terjadi di Kota Manado, kali ini yang menjadi korban pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut.

Kantor BNN Sulut Dibobol Maling, Satu Unit Laptop Berisi Data Penting Lenyap 
Shutterstock
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasus pencurian kembali terjadi di Kota Manado, kali ini yang menjadi korban pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut

Pasalnya, satu buah laptop Toshiba milik Kantor yang berisi data-data penting hilang diambil maling misterius. 

Peristiwa itu terjadi saat hari anti Narkotika Nasional, Kamis (13/7) siang, sekira pukul 12.00 Wita, namun baru dilaporkan ke Polresta Manado, Senin (17/7) siang tadi.

Menurut Kabit Kepala Bidang BNN Provinsi Sam Repy, ketika dikonfirmasi mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi  ia bersama pegawai BNN pergi mengikuti apel bersama di halaman Kantor Gubernur dalam kegiatan hari anti Narkotika. 

Setelah selesai apel, rombongan yang mengikuti kegiatan tersebut pergi ke kantor BNN dengan berjalan kaki.

"Sampai di kantor, saya sempat masuk ke ruangan bersama beberapa tamu yang mengambil kaos yang di sediakan, dan di dalam ruangan, ada dua honorer yang ditugaskan," jelas Repy.

Beberapa jam kemudian, ia bersama tamu dan honorer yang berada di ruangan tersebut keluar dan meninggalkan ruangan itu dengan keadaan gembok terkunci. 

Kurang lebih satu jam lamanya berbincang-bincang di lantai dasar kantor BNN, ia kembali ke ruangannya. 

Sampai disana, ia meminta salah satu honorer bernama Yunitra untuk membuatkan kwitansi untuk keperluan kantor. 

Akan tetapi, Yunitra akan menggunakan laptop yang biasa di pakainya itu, sudah tidak berada di mejanya, sementara laptop lainnya masih di tempat semula.

"Saya kaget ketika menyuruh Yunitra untuk membuat kwitansi, tiba-tiba ia bilang kalau laptop yang berisi data-data penting kantor sudah tidak berada di mejanya," jelas Sem. 

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut Brigjen Pol Charles H. Ngili mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib, biarlah ditangani pihak Polresta Manado. 

"Lalau saya lihat kasus ini, tidak lain orang dalam, namun saya tidak bisa main tuduh, jadi biarlah pihak Polresta yang melakukan penyelidikan mengenai kasus ini. Namun bila memang ada orang dalam tentunya akan dikenakan sanksi," tegasnya. 

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi, membenarkan adanya laporan tersebut. "Laporan sudah diterima, kerugian mencapai Rp 3 juta. Tim Identifikasi Polresta Manado sudah melakukan olah TKP, semoga pelakunya cepat diketahui dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku," tungkas mantan Kapolsek Pineleng itu. 

Penulis: Nielton Durado
Editor: Rine_Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help