TribunManado/

Ini Penjelasan Jull Takaliuang Soal Eksekusi MMP di Pulau Bangka Minut

Keputusan eksekusi katanya sudah dilaksanakan 23 Maret 2017. Seharusnya eksekusi sudah dilaksanakan.

Ini Penjelasan Jull Takaliuang Soal Eksekusi MMP di Pulau Bangka Minut
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Aktivitas perusahaan tambang PT Mikgro Metal Perdana di Pulau Bangka Likupang Timur-Minahasa Utara. Pasca putusan hukum inkrah dari MA, perusahaan ini masih enggan 'angkat kaki' dari pulau dengan pesona alam dan bawah laut menawan ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Eksekusi dalam tata peradilan tata usaha negara berbeda dengan eksekusi biasa. Negara hanya mencabut objek yang disengketakan.

"Dalam kasus akta tanah misalnya pengadilan hanya membatalkan akta. Dalam kasus ini hanya dikatakan diangkat tanahnya donk," kata Jull Takaliuang, Aktivis Lingkungan Hidup, Jumat (14/7).

Keputusan eksekusi katanya sudah dilaksanakan 23 Maret 2017. Seharusnya eksekusi sudah dilaksanakan.

"Hukum sudah jelas. Bagaimana penegak hukum lokal mengamankan keputusan hukum tetap," katanya.

Perusahaan yang masih beroperasi itu berarti ilegal. Perusahaan juga wajib merehabilitasi lingkungan.

"Mereka wajib memberikan ganti rugi kepada negara. Mereka harus memberikan jaminan reklamasi, dan rehabilitasi lingkungan," katanya.

Inventarisasi kerugian katanya merupakan bagian dari eksekusi. Mereka harus mengembalikan fungsi ekologis..

"Pulangkan dalam bentuk uang, perbaiki kerusakan biota laut. Dikalkulasi, dibayar kembali atau kompensasi lain dengan pengawasan ketat," katanya

Ia tidak ingin uang itu seperti Newmont. Uang Rp 30 Juta US dolar atau 350 miliar Rupiah yang dibayarkah hilang entah ke mana.

"Ada izin produksi dari kementrian yang sudah dicabut. Maka izin lingkungan yang dikeluarkan daerah mengikuti izin produksi," ujarnya. (dma)

Penulis: David_Manewus
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help