TribunManado/

Bupati Bolmong Dilema, Bangun Pabrik Semen Atau Bandara

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow awalnya ngotot ingin menutup pabrik semen, PT Conch dan PT Sulenco bukan tanpa alasan.

Bupati Bolmong Dilema, Bangun Pabrik Semen Atau Bandara
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow memenuhi panggilan Polda Sulut, pada Selasa (20/6/2017) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sempat hadapi dilema.

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow awalnya ngotot ingin menutup pabrik semen, PT Conch dan PT Sulenco bukan tanpa alasan. 

Selain perusahaan yang belum memiliki izin, Yasti dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk juga mempertimbangkan nasib bandar udara.

Lokasi bandara seluas 3.489 hektare tepat bersebelahan dengan pabrik semen seluas 600 hektare. Kedua lokasi ini berada di dekat laut di kawasan pantai utara Bolmong, Kecamatan Lolak.

Pemkab mengkhawatirkan pabrik semen ini akan menggangu aktivitas penerbangan nanti. Apalagi debu yang akan bertebaran saat proses produksi semen.

Yang pasti, pembangunan bandara sudah harga mati bagi Bolmong. Demikian janji Yasti dan Yanny.

Bandara merupakan syarat mutlak terbentuknya Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang telah lama dinanti-nantikan masyarakat.

Yasti dan Yanny enggan mengecewakan masyarakat yang begitu antusias menyambut pemekaran wilayah ini. Apalagi hampir di semua wilayah di BMR telah terpampang tulisan Provinsi BMR.

Yasti mengungkapkan dua pilihan. Perusahaan tetap jalan dam bandara tutup atau sebaliknya. Bandara tetap jalan dan perusahaan tutup. Kembali lagi ke janji, Yasti tentu saja lebih memilih pembangunan bandara.

Ini pun menjadi satu di antara alasan utama Bupati harus menutup perusahaan semen ini. Hingga saat pertemuan dengan PT Conch, PT Sulenco dan perwakilan Pemprov Sulut pada 12 Juni 2017, Pemkab dan perusahaan akhirnya berdamai.

Halaman
12
Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help