TribunManado/
Home »

Video

Belum Terpakai, Pasar Baru Ratatotok Mitra Sudah Rusak dan Jadi Tempat 'Ngelem'

Botol bekas minuman dan bungkus rokok berserakan dimana-mana. Di beberapa bagian dinding dan lantai juga terdapat sisa-sisa lem adiktif.

Liputan Wartawan Tribun Manado, Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Usai dibangun sejak awal tahun 2017 pasar baru Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) belum dioperasikan, bahkan sudah mulai rusak, Senin (17/07).

Lapak beton yang berada dalam pasar hancur dibeberapa bagian, tegel lantai yang berwarna putih lobang di beberapa bagian. Lampu yang tergantung di atap pasar hilang beberapa.

Botol bekas minuman dan bungkus rokok berserakan dimana-mana. Di beberapa bagian dinding dan lantai juga terdapat sisa-sisa lem adiktif.

Warga yang berada di dekat lokasi pasar tersebut mengatakan saat malam hari, pasar yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 1 Miliar itu jadi tempat pesta miras.

Bahkan sering jadi tempat mabuk-mabuk lem adiktif (nge-fly).

"Kalau malam banyak anak muda sering miras disitu. Bahkan ada yang hirup lem, sudah berapa kali ditegur tapi mereka tak mau dengar," ungkap warga yang namanya tak mau disebutkan.

Menurutnya, sering saat siang hari lokasih pasar penuh dengan botol bekas minuman beralkohol dan kaleng bekas lem adiktif. "Karena tidak digunakan maka jadi tempat nongkrong anak muda. Kalau sudah digunakan pasti ada pedagang yang jaga jualan disitu," bebernya.

Senada juga dikatakan warga sekitar pasar lainnya Deddy Rundengan, menurutnya pasar tersebut harus cepat diresmikan.

"Pasar harus segera dioperasikan, kalau terus dibiarkan akan lebih rusak," ungkapnya

Ia juga berharap pihak kontraktor dapat melaporkan kerusakan yang terjadi, agar penyebab pengerusakan bisa bertanggungjawab.

"Kontraktor harus lapor, karena nantinya pedagang yang dirugikan saat lapak sudah rusak," jelasnya.

Sementara itu Tin pedagang mengaku sudah lama menunggu pengoperasian pasar tersebut. "Apa nanti sudah rusak baru diserahkan kepada pedagang," akunya. Ia juga berharap pemerintah mampu melihat kesulitan pedagang pasar. "Kami hanya bisa lihat-lihat saja pasarnya, tapi belum bisa jualan disitu. Semoga pemerintah bisa cepat mengijinkan kami berjualan di pasar baru itu," akunya lagi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra Farry Liwe mengatakan, jika benar pasar sudah mulai rusak, maka kontraktor dan Dinas terkait harus bertanggungjawab. "Kalau masih tahap pemeliharaan maka kontraktor harus bertanggungjawab. Jika sudah lewat masa pemeliharaan makan dari Dinas terkait yang harus ambil alih," jelasnya.

Ia juga meminta agar masyarakat bisa lebih merasa memiliki aset pasar tersebut. "Sebelum difungsikan masyarakat juga bisa mengawasi. Karena pasar itu aset warga Ratarotok juga yang harus dijaga, karena pemerintah sudah berupaya membangunnya," tandas Liwe.

Penulis: Valdy Suak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help