TribunManado/

"Ampuni Mereka Tuhan, Mereka Tidak Tahu Penderitaan Kami,"

Para Lansia mendoakan para anggota Satpol PP yang mengeksekusi rumah tersebut diberikan pengampunan.

TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Sejumlah warga lansia menggelar doa bersama dalam sebuah rumah di Paniki Lingkungan Dua Manado saat dilakukan upaya pembongkaran rumah oleh satpol PP 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Senin (17/7) siang, sejumlah warga lanjut usia (lansia) melakukan doa bersama di sebuah rumah di kelurahan Paniki Lingkungan Dua, Kecamatan Mapanget, Manado.

Aksi tersebut seolah menjadi upaya pertahanan mereka terhadap upaya pembongkaran rumah olah Satuan polisi pamong praja Kota Manado.

Mereka mendoakan para anggota Satpol PP yang mengeksekusi rumah tersebut diberikan pengampunan. 

"Ampuni mereka Tuhan, karena mereka tidak tahu penderitaan kami," ujar salah satu lansia yang memimpin ibadah. 

Sebelumnya, para petugas Satpol PP Manado mengeksekusi 200 rumah yang ada di kelurahan Paniki Dua Kecamatan Mapanget. 

Tanah yang ditempati masyarakat diklaim adalah milik pemerintah kota Manado

Kasat Pol PP Xaverius Runtuwene mengatakan sebelum warga sudah diberitahukan tapi tak mengindahkan peringatan tersebut. 

"Kami sudah beritahukan bahwa akan segera dieksekusi, tapi mereka masih membandel," kata Runtuwene.

 
 

Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help