TribunManado/

Ingin Mengadu Nasib di Manado, Riska Tinggalkan Kampung Halaman

Hal ini menjadi daya tarik bagi pencari kerja dari luar Manado untuk mengadu nasib di Kota Tinutuan ini.

Ingin Mengadu Nasib di Manado, Riska Tinggalkan Kampung Halaman
FACEBOOK VJ DANIEL MANANTA
Pose VJ Daniel Mananta dekat Monumen Terkenal Yesus Memberkati di Kawasan Citra Land Manado. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Siti Nurjanah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kota Manado mampu terus berkembang menuju kota besar di Indonesia.  Kemajuan terus terlihat banyaknya pembanguan diberbagai sektor.

Hal ini menjadi daya tarik bagi pencari kerja dari luar Manado untuk mengadu nasib di Kota Tinutuan ini.

Riska Korompot, wanita asal Kotamobagu mengatakan, dia sudah hampir dua tahun bekerja disebuah perbankan di Kota Manado.

"Setelah kuliah, langsung cari kerja di Kota Manado. Penghasilan di Kota Manado lebih tinggi dari pada daerah saya," kata Riska (24), kepada Tribun Manado, Minggu (16/7/2017).

Wanita berdomisili di jalan Sam Ratulangi itu mengatakan, awalnya sulit mendapatkan pekerjaan. Namun, banyak kenalan membuatnya mendapatkan pekerjaan tersebut.

Firanda Lulay, wanita asal Temboan, Minahasa mengatakan, sudah satu tahun ia bekerja di Kota Manado sebagai waiters rumah makan di Kota Manado.

"Alasan utama ingin mengubah nasib. Sebab Kalau di desa tak tau mau kerja apa. Penghasilan tak seberapa," ungkapnya.

Ibu dua anak itu mengatakan, semenjak sang suami meninggal, ia yang menjadi tulang punggung keluarga. 

"Penghasilan cukup untuk sekolahkan anak pertama dan belikan susu untuk anak kedua ," ungkapnya.

Elizabet Christy Alimudi, warga Toli-tolu Sulawesi Tengah itu mengatakan, Dia datang ke Manado sejak tujuh tahun silam.

"Awalnya ikut suami, kemudian bekerja di perusahaan swasta," ungkapnya.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help